MERAHPUTIH I SURABAYA – Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Jawa Timur menggelar peringatan Nuzulul Quran di kantor DPD PDIP Jatim, Surabaya, Kamis (5/3/2026). Kegiatan yang berlangsung dalam suasana Ramadan tersebut dihadiri ratusan kader dan simpatisan partai, sekaligus diisi dengan kegiatan sosial berupa santunan kepada 500 anak yatim dan 50 janda dhuafa.
Acara keagamaan ini menjadi momentum bagi PDIP Jatim untuk memperkuat nilai-nilai spiritual, kebersamaan, serta kepedulian sosial kepada masyarakat yang membutuhkan. Para pengurus partai, kader, dan undangan tampak mengikuti rangkaian kegiatan dengan khidmat, mulai dari pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tausiah, hingga penyerahan santunan.
Baca juga: PDIP Jatim Peringati Nuzulul Quran, Teguhkan Kebinekaan dan Kepedulian Sosial
Ketua DPP PDIP yang juga Ketua DPD PDIP Jawa Timur, Said Abdullah, menyampaikan bahwa peringatan Nuzulul Quran tidak sekadar menjadi agenda seremonial, tetapi juga momentum untuk memperkuat nilai kemanusiaan dan kepedulian sosial.
“Ramadan adalah waktu yang tepat untuk meningkatkan empati dan kepedulian kepada sesama. Melalui kegiatan ini kami ingin berbagi kebahagiaan dengan anak-anak yatim dan para janda dhuafa,” ujarnya.
Selain menyampaikan pesan keagamaan dan sosial, Said Abdullah juga menyinggung situasi geopolitik yang tengah memanas di Timur Tengah. Ia menyampaikan keprihatinan atas konflik yang melibatkan Iran, Israel, dan Amerika Serikat.
Menurutnya, konflik bersenjata di kawasan tersebut berpotensi menimbulkan dampak luas tidak hanya bagi negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga bagi stabilitas dunia.
“Sungguh kami sangat menyesalkan konflik itu terjadi. Kami tidak berharap konflik ini akan mendera, akan membebani Timur Tengah sekitarnya dan akhirnya juga sampai ke kami. Jangan sampai itu terjadi,” kata Said.
Dalam kesempatan itu, Said juga menyampaikan duka mendalam atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran, Ali Khamenei. Ia menilai sosok Khamenei merupakan bagian dari keluarga besar umat manusia yang patut dihormati.
“Kami ikut berduka cita atas meninggalnya Khamenei. Bagaimanapun beliau adalah saudara kami, saudara seagama, dan saudara dalam kemanusiaan,” ungkapnya.
Baca juga: Indah Kurniawati Tegaskan Komitmen Kawal Program Makan Bergizi Gratis demi Generasi Unggul
Said menegaskan bahwa perang tidak pernah memberikan keuntungan bagi siapapun. Sebaliknya, konflik bersenjata justru menimbulkan penderitaan dan korban jiwa yang tidak sedikit.
Karena itu, ia berharap semua pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog serta diplomasi guna menghentikan eskalasi konflik yang terjadi.
“Sudahlah, akhiri semua ini. Tidak ada perang di mana pun yang akan membawa keuntungan bagi siapa pun selain menghancurkan kemanusiaan kita,” tegasnya.
Said juga menyoroti dinamika politik global yang menurutnya turut memengaruhi situasi di Timur Tengah. Ia menyinggung peran mantan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dalam hubungan geopolitik kawasan tersebut.
Baca juga: Ketua DPRD Surabaya Dominikus Adi Sutarwijono Tutup Usia, Kota Pahlawan Kehilangan Sosok Pengabdi
Menurutnya, kebijakan yang melibatkan Israel dan negara-negara Teluk membuat posisi kawasan menjadi semakin rumit.
“Saya tidak mengerti kenapa bara itu ditimpakan oleh Trump dan Israel di Timur Tengah. Negara-negara Teluk menjadi dalam posisi sulit, karena jika membela Israel akan mendapat kecaman rakyatnya dan dunia internasional, sementara jika membela Iran mereka juga berpotensi mendapat tekanan dari Amerika,” ujarnya.
Meski demikian, Said berharap konflik tersebut tidak semakin meluas dan dapat segera diselesaikan melalui jalur diplomasi internasional.
Di akhir acara, para peserta kegiatan kembali diajak untuk mendoakan perdamaian dunia serta keselamatan bangsa Indonesia. Peringatan Nuzulul Quran yang digelar PDIP Jatim tersebut pun ditutup dengan doa bersama dan buka puasa bersama dengan anak-anak yatim serta para janda dhuafa yang hadir.(dpr)
Editor : Redaksi