MERAHPUTIH I SURABAYA – Di tengah tekanan geopolitik global yang belum mereda, kinerja investasi di Jawa Timur sepanjang 2025 justru menunjukkan tren yang menguat. Tidak hanya mencatat pertumbuhan positif, realisasi investasi tersebut juga berdampak signifikan terhadap penyerapan tenaga kerja yang mencapai 347.328 orang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Jawa Timur, Dyah Wahyu Ermawati, mengungkapkan bahwa angka serapan tenaga kerja tersebut mengalami peningkatan sebesar 16,2 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Capaian ini bahkan menjadi yang tertinggi dalam kurun lima tahun terakhir.
Baca juga: Mudik Aman dan Nyaman, Pemprov Jatim Berangkatkan Ribuan Pemudik ke 20 Daerah
“Serapan ini menunjukkan investasi tidak hanya besar, tetapi juga berdampak langsung bagi masyarakat,” ujar Erma, Kamis (19/3/2026).
Menurut Erma, kontribusi Jawa Timur terhadap penyerapan tenaga kerja nasional juga cukup signifikan, yakni mencapai 7,5 persen. Angka ini semakin mengukuhkan posisi Jawa Timur sebagai salah satu lokomotif penggerak perekonomian nasional, khususnya dalam sektor riil yang menyerap banyak tenaga kerja.
Dari sisi legislatif, capaian tersebut turut mendapat apresiasi. Anggota DPD RI daerah pemilihan Jawa Timur, Lia Istifhama, menilai kinerja investasi tersebut mencerminkan ketahanan ekonomi daerah di tengah situasi global yang penuh ketidakpastian.
Ia menyebut, realisasi investasi yang mampu melampaui target menjadi indikator kuat bahwa Jawa Timur masih memiliki daya tarik tinggi di mata investor, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.
Baca juga: PKS Jatim Dirikan Posko Mudik di Bungurasih, Sediakan Layanan Pijat hingga Bantuan Transportasi
“Ini kabar baik. Jawa Timur tetap produktif dan mampu menjadi bagian penting dalam perdagangan global,” kata Lia.
Lebih lanjut, Lia menjelaskan bahwa momentum bulan Ramadan hingga Idulfitri juga turut mendorong perputaran ekonomi masyarakat. Aktivitas konsumsi yang meningkat pada periode tersebut dinilai mampu membuka peluang baru bagi penciptaan lapangan kerja, sekaligus membantu menekan angka pengangguran.
Menurutnya, kekuatan utama Jawa Timur terletak pada kemampuan masyarakatnya dalam beradaptasi dengan berbagai perubahan, termasuk dinamika ekonomi global yang kian kompleks.
Baca juga: Pemprov Jatim Berangkatkan 2.230 Pemudik Gratis dari Jakarta
“Di tengah geopolitik yang menghangat, Jawa Timur tetap adaptif,” ujarnya.
Capaian ini sekaligus menegaskan peran strategis Jawa Timur dalam menopang perekonomian nasional. Ke depan, pemerintah daerah diharapkan tidak hanya menjaga tren positif investasi, tetapi juga meningkatkan kualitas investasi yang masuk agar lebih inklusif dan berorientasi pada penciptaan lapangan kerja berkelanjutan.
Dengan fondasi yang kuat dan dukungan berbagai pihak, Jawa Timur dinilai memiliki peluang besar untuk terus tumbuh sebagai pusat ekonomi yang kompetitif, baik di tingkat nasional maupun global. (pps)
Editor : Redaksi