Mudik Aman dan Nyaman, Pemprov Jatim Berangkatkan Ribuan Pemudik ke 20 Daerah

Gubernur Khofifah melepas peserta mudik gratis Pemprov Jatim 2026
Gubernur Khofifah melepas peserta mudik gratis Pemprov Jatim 2026

MERAHPUTIH I SURABAYA — Pemerintah Provinsi Jawa Timur kembali menunjukkan komitmennya dalam memberikan pelayanan publik yang optimal melalui program Mudik Gratis Lebaran 2026. Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, secara langsung melepas ribuan pemudik yang diberangkatkan menggunakan ratusan bus menuju 20 kabupaten/kota di Jawa Timur, Kamis (19/3/2026).

Program tahunan ini menjadi salah satu solusi strategis pemerintah daerah dalam menjawab tingginya mobilitas masyarakat saat musim mudik, sekaligus memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan bagi warga yang hendak pulang kampung.

Dalam keterangannya, Khofifah menegaskan bahwa penyelenggaraan mudik gratis merupakan bagian dari penguatan layanan publik yang inklusif. Ia menyebut, fasilitas ini tidak hanya diperuntukkan bagi warga yang berada di Jawa Timur, tetapi juga menjangkau masyarakat Jatim yang berada di luar daerah, termasuk dari Jakarta.

“Baik yang dari Jakarta ke Jawa Timur, maupun hari ini warga Jawa Timur yang akan menuju 20 titik menggunakan 100 bus, semuanya kita fasilitasi,” ujarnya.

Sebelumnya, rangkaian program mudik gratis telah lebih dahulu digelar dalam beberapa tahap. Pada 15 Maret 2026, sebanyak 3.000 pemudik diberangkatkan melalui jalur laut dari Pelabuhan Jangkar. Selanjutnya, pada 18 Maret, sebanyak 2.310 warga Jawa Timur diberangkatkan dari Jakarta menuju kampung halaman mereka.

Dengan tambahan pemberangkatan melalui jalur darat pada hari ini, total pemudik yang difasilitasi oleh Pemprov Jatim mencapai 9.320 orang. Khofifah berharap, program ini mampu mempererat tali silaturahmi masyarakat sekaligus menekan potensi risiko selama perjalanan.

“Harapan kita layanan ini bisa memudahkan masyarakat untuk bersilaturahmi, dan semoga seluruh perjalanan berlangsung aman, lancar, serta selamat sampai tujuan,” katanya.

Tak hanya itu, Pemprov Jatim juga menghadirkan inovasi berupa layanan pengangkutan kendaraan roda dua. Program ini memungkinkan pemudik tetap dapat menggunakan sepeda motor di kampung halaman tanpa harus mengendarainya dalam perjalanan jauh yang berisiko tinggi.

Sebanyak 122 unit sepeda motor difasilitasi untuk dikirim ke enam wilayah tujuan. Skema ini dinilai efektif dalam mengurangi potensi kecelakaan lalu lintas yang kerap melibatkan pemudik bermotor.

“Kalau mereka membawa motor sendiri, risikonya lebih tinggi di jalan. Dengan layanan ini, mereka bisa naik bus dengan aman, sementara motornya kita kirimkan,” jelas Khofifah.

Menurutnya, kebijakan mudik gratis bukan sekadar bentuk pelayanan, melainkan juga bagian dari upaya preventif untuk menekan angka kecelakaan, khususnya pada arus mudik dan balik Lebaran.

Program ini pun mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Salah satu peserta, Laila, mengaku sangat terbantu dengan adanya fasilitas mudik gratis. Ia berharap program tersebut dapat terus dilaksanakan setiap tahun.

“Terima kasih Bu Khofifah, programnya sangat membantu. Alhamdulillah saya bisa ikut lagi tahun ini. Semoga ke depan terus ada,” ungkapnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengungkapkan bahwa pergerakan masyarakat selama arus mudik tahun ini diprediksi cukup tinggi. Berdasarkan hasil koordinasi, jumlah pemudik yang masuk ke Jawa Timur diperkirakan mencapai 24,9 juta orang, sedangkan yang keluar sekitar 15,6 juta orang.

“Pergerakan kendaraan juga cukup padat. Kendaraan yang masuk ke Jawa Timur sekitar 33 ribu unit per hari, sementara lalu lintas yang masuk ke Surabaya mencapai kurang lebih 250 ribu kendaraan per hari,” jelasnya.

Dengan tingginya angka mobilitas tersebut, Pemprov Jatim terus berupaya memaksimalkan berbagai aspek pengamanan dan pelayanan, demi memastikan arus mudik Lebaran 2026 berjalan tertib, aman, dan lancar.(pps)

Editor : Redaksi