MERAHPUTIH I BOJONEGORO – Upaya menghidupkan denyut seni tradisi terus digencarkan Pemerintah Kabupaten Bojonegoro. Melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) bersama Perkumpulan Pamong Seni Budaya Bojonegoro (PPSBB), gelaran Pantes Budal Volume 2 sukses menyedot perhatian warga di Taman Rajekwesi, Sabtu (4/4/2026) malam.
Pagelaran seni budaya lokal ini menjadi ruang ekspresi bagi para pelaku seni lintas generasi. Beragam pertunjukan ditampilkan, mulai dari Tari Srampat Thengul, Tari Thengul, Oklik Bojonegoro, karawitan pelajar, Tari Kayangan Api, Langen Beksan Tayub, hingga drama bertema ensiklopedia budaya Bojonegoro.
Baca juga: JLS Bojonegoro Ditarget Mulai 2027, Solusi Macet Sekaligus Dongkrak Ekonomi Wilayah Selatan
Antusiasme masyarakat terlihat dari padatnya penonton yang hadir langsung, sekaligus menyaksikan siaran langsung melalui kanal YouTube Pemkab Bojonegoro. Penampilan anak-anak turut mencuri perhatian dan mendapat apresiasi luas.
Ketua PPSBB, Mochamad Bekti, menyampaikan terima kasih atas dukungan Pemkab Bojonegoro yang memberikan ruang bagi para pelaku seni untuk tampil. Ia menegaskan komitmen komunitasnya dalam mengangkat citra daerah melalui pelestarian budaya.
“Melalui kesenian, kami ingin membawa Bojonegoro menjadi daerah yang lebih bahagia, makmur, dan membanggakan,” ujarnya.
Sementara itu, Kepala Disbudpar Bojonegoro, Elzadeba Agustina, menegaskan bahwa Pantes Budal akan menjadi agenda rutin sepanjang 2026. Rencananya, kegiatan ini digelar dua pekan sekali setiap Sabtu malam dan akan berpindah lokasi ke berbagai wilayah di Bojonegoro.
Langkah tersebut diharapkan mampu memperluas akses masyarakat terhadap pertunjukan seni sekaligus menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap budaya lokal.
“Kami berkomitmen terus mendukung pelestarian seni budaya agar tetap hidup dan diwariskan ke generasi mendatang,” tegas Elza.
Selain pagelaran seni, kegiatan ini juga dirangkai dengan pengukuhan PPSBB. Momentum tersebut diharapkan menjadi penguat semangat organisasi dalam menggali dan mengembangkan potensi budaya daerah secara berkelanjutan.(jon)
Editor : Redaksi