MERAHPUTIH I SURABAYA – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menyerahkan Satyalencana Karya Satya dari Presiden Republik Indonesia dalam upacara penganugerahan Tanda Kehormatan Satyalencana Karya Satya kepada 400 guru di Jawa Timur. Kegiatan tersebut digelar dalam rangka peringatan Hari Pendidikan Nasional 2026 di Gedung Negara Grahadi, Selasa (5/5).
Penghargaan ini diberikan langsung atas nama Presiden RI Prabowo Subianto kepada para guru yang telah mengabdi selama 10, 20, hingga 30 tahun.
Baca juga: Bedah Rumah Penjaga Sekolah, Khofifah Tegaskan Zakat ASN Harus Berdampak Nyata
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa para penerima penghargaan merupakan sosok luar biasa yang telah menunjukkan dedikasi tinggi dalam dunia pendidikan. Ia juga menjelaskan bahwa dalam prosesi penyematan Satyalencana Karya Satya, struktur petugas upacara berbeda dari biasanya.
“Biasanya perwira upacara di Grahadi adalah pejabat tinggi pratama atau eselon II. Namun khusus penyematan Satyalencana, komandan upacara maupun perwira upacara tidak pernah di bawah eselon II. Ini menunjukkan betapa tinggi penghargaan dari Presiden kepada panjenengan semua,” ujarnya.
Khofifah turut menyampaikan apresiasi atas berbagai inovasi yang lahir dari sekolah-sekolah di Jawa Timur. Salah satu yang mendapat sorotan adalah program SIKAP (Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan), yang kini mulai dilirik daerah lain di Indonesia.
“Banyak daerah ingin belajar, termasuk saat saya ke Kalimantan Tengah. Ini bukan sekolah ketahanan pangan secara khusus, tetapi program inovasi di dalam sekolah untuk memperkuat ketahanan pangan,” jelasnya.
Ia juga mencontohkan keberhasilan SMKN 1 Plosoklaten Kediri yang dinilai unggul dalam sektor peternakan. Menurutnya, capaian sekolah tersebut tidak kalah dengan standar yang diterapkan di Institut Pertanian Bogor.
Baca juga: Hardiknas 2026 di Grahadi, Jatim Tegaskan Pendidikan Berdampak dan Prestasi Gemilang
“Ini hasil sinergi luar biasa, termasuk dengan Japfa Comfeed Indonesia Tbk yang sudah berstandar internasional. Anak-anak SMK kita sudah diarahkan pada vocational training dengan standar global,” tegasnya.
Khofifah juga menyoroti pentingnya penguatan pendidikan vokasi, khususnya di SMK, sebagai jawaban atas tantangan dunia kerja. Ia menyebut bahwa para guru memiliki peran strategis dalam menyiapkan lulusan yang siap terjun ke pasar kerja.
“Bapak/Ibu guru SMK luar biasa karena mampu menyiapkan anak-anak masuk dunia kerja. Ini menjadi jawaban atas kekhawatiran meningkatnya angka pengangguran, termasuk dari lulusan perguruan tinggi,” ungkapnya.
Baca juga: Sinergi Pusat-Daerah Jadi Kunci Pemerataan Pendidikan
Lebih lanjut, Khofifah mengungkapkan bahwa saat ini sejumlah perguruan tinggi tengah mengevaluasi program studi yang dinilai sudah jenuh di pasar kerja. Ia bahkan menyebut adanya wacana penghapusan beberapa program studi pada 2028, yang masih perlu dikonfirmasi kebenarannya.
Di akhir sambutannya, Khofifah mengajak seluruh kepala sekolah dan guru untuk terus berpikir positif serta optimistis dalam menjalankan tugas. Ia mengutip Hadis Qudsi “Ana ‘inda dzonni ‘abdi bi” yang bermakna bahwa Allah akan memberikan sesuai dengan prasangka hamba-Nya.
“Panjenengan semua harus yakin bahwa Allah akan membuka kemudahan, kesuksesan, dan keberkahan bagi kita semua. Semoga barokah ilmu, barokah hidup, dan barokah pendidikan di Jawa Timur dan Indonesia,” tuturnya.(pps)
Editor : Redaksi