MERAHPUTIH I TULUNGAGUNG – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat kualitas pendidikan sekaligus ketahanan pangan melalui peresmian revitalisasi dan rehabilitasi gedung sekolah di wilayah Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan, Kamis (14/5). Dalam agenda yang digelar Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Timur di SMKN 1 Tulungagung itu, Khofifah juga meninjau langsung pelaksanaan Program Sekolah Inovatif Ketahanan Pangan (SIKAP).
Tak sekadar meresmikan pembangunan fisik sekolah, Khofifah ikut terjun langsung melakukan panen hasil kebun sekolah, menebar benih ikan konsumsi, hingga meninjau proses hilirisasi produk pangan hasil karya siswa. Kegiatan tersebut memperlihatkan bagaimana konsep pendidikan vokasi di Jawa Timur mulai diarahkan pada praktik nyata berbasis kewirausahaan dan ketahanan pangan.
Baca juga: Jatim Kokoh di Puncak Prestasi Nasional, Koleksi 45.839 Medali dari Berbagai Ajang Talenta
Program SIKAP sendiri melibatkan SMA, SMK, dan SLB di berbagai daerah di Jawa Timur. Melalui program itu, lahan sekolah disulap menjadi area pertanian produktif yang tidak hanya menjadi sarana belajar, tetapi juga sumber penguatan karakter, keterampilan hidup, dan jiwa usaha para siswa.
Dalam sambutannya, Khofifah menegaskan bahwa pendidikan harus mampu membangun karakter sekaligus membekali peserta didik dengan kemampuan menghadapi tantangan masa depan, termasuk di sektor pangan nasional.
“Mudah-mudahan semua tetap memberikan semangat untuk menguatkan, meningkatkan, dan terus bisa membangun kualitas pendidikan di Provinsi Jawa Timur,” ujar Khofifah.
Ia menilai program SIKAP menjadi langkah penting untuk memperkenalkan dunia pertanian, peternakan, hingga perikanan kepada siswa sejak dini. Meski dilakukan dalam skala kecil di lingkungan sekolah, menurutnya program tersebut memiliki dampak besar dalam membentuk kesadaran generasi muda terhadap pentingnya ketahanan pangan.
“Kita memberikan ruang kepada anak didik untuk mulai mengenali, mulai belajar, mulai menyiapkan masa depan dengan melakukan berbagai ikhtiar di sektor yang akan menguatkan ketahanan pangan nasional,” katanya.
Khofifah juga memberikan perhatian khusus terhadap produk hilirisasi hasil karya siswa SMKN 1 Tulungagung, terutama olahan kulit ikan patin yang diproses menjadi produk pangan bernilai ekonomi. Ia menilai produk tersebut memiliki potensi berkembang lebih besar apabila didukung teknologi tepat guna.
Menurutnya, penggunaan mesin vacuum frying akan membantu menjaga kualitas produk agar matang merata, higienis, dan mampu bertahan lebih lama tanpa bahan pengawet.
“Saya tadi langsung menyampaikan kepada Pak Kadisdik bahwa ada sesuatu yang bisa kita siapkan dengan teknologi tepat guna. Dengan vacuum frying, dipastikan tidak ada yang mentah dan tidak ada yang gosong,” ucapnya.
Khofifah bahkan meminta agar segera disiapkan alat vacuum frying kapasitas lima hingga sepuluh kilogram guna mendukung peningkatan kualitas produksi siswa. Ia optimistis produk hasil program SIKAP memiliki peluang menembus pasar nasional bahkan internasional.
“Siapa tahu nasib baik dari SMKN 1 Tulungagung, produknya dikonsumsi tamu-tamu internasional dan akhirnya mereka membeli lebih banyak lagi,” tuturnya.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga higienitas produk serta memperkuat jejaring dan kolaborasi antara siswa, guru, kepala sekolah, dan para mentor agar program tersebut terus berkembang.
Baca juga: Organda Jatim Siapkan Strategi Transportasi Penopang Ketahanan Pangan Nasional
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menegaskan bahwa revitalisasi dan rehabilitasi sekolah bukan hanya soal pembangunan gedung, tetapi bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang berkualitas dan modern.
“Kehadiran Ibu Gubernur ingin membangkitkan semangat kita semua terkait mutu, kualitas, dan prestasi siswa-siswa kita. Ini bukan sekadar simbol kepala daerah, tetapi komitmen nyata mewujudkan program Jatim Cerdas,” katanya.
Aries menjelaskan, total terdapat 48 lembaga pendidikan di Tulungagung, Trenggalek, dan Pacitan yang mendapatkan program revitalisasi dan rehabilitasi dengan total anggaran mencapai Rp46,9 miliar.
Rinciannya, sebanyak 20 lembaga berada di Tulungagung, 11 lembaga di Trenggalek, dan 13 lembaga di Pacitan. Program tersebut mencakup pembangunan dan perbaikan ruang kelas, laboratorium, ruang praktik siswa, perpustakaan, toilet, UKS, ruang BK, ruang OSIS hingga tempat ibadah.
Menurut Aries, perhatian pemerintah provinsi juga diberikan kepada sekolah inklusi atau SLB sebagai bentuk keseriusan menghadirkan pendidikan yang merata dan berkualitas bagi seluruh masyarakat Jawa Timur.
“Ini bukti nyata bahwa pemerintah dan Ibu Gubernur sangat berkomitmen menjadikan pembangunan SDM dan pendidikan sebagai prioritas utama,” ujarnya.
Ia menambahkan, Program SIKAP kini telah diterapkan di 97 sekolah di tiga wilayah tersebut, terdiri dari 27 sekolah di Tulungagung, 24 sekolah di Trenggalek, dan 46 sekolah di Pacitan.
Baca juga: PWU Jatim Raih Predikat Sehat A, Proses Pembenahan Dinilai Mulai Menunjukkan Hasil
Melalui program itu, siswa diajak belajar menanam, beternak, memelihara ikan, hingga mengolah hasil produksi menjadi produk bernilai ekonomi.
“Pendidikan tidak hanya menghasilkan ijazah, tapi juga menghasilkan keterampilan hidup. Inilah pendidikan berdampak yang sedang dibangun di Jawa Timur,” tegas Aries.
SMKN 1 Tulungagung sendiri disebut sebagai salah satu sekolah vokasi unggulan berbasis agribisnis dan agroteknologi di Jawa Timur. Sekolah tersebut memiliki lebih dari 2.000 siswa dan menjadi salah satu SMK yang berhasil mengirimkan lulusan bekerja ke luar negeri.
Di sisi lain, Plt Bupati Tulungagung Ahmad Baharudin menyampaikan apresiasi atas perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap penguatan kualitas pendidikan di daerahnya.
Menurutnya, revitalisasi sekolah menjadi langkah strategis untuk menciptakan sistem pendidikan yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan kebutuhan dunia industri.
“Kami meyakini keberhasilan pendidikan tidak hanya diukur dari kemampuan akademik, tetapi juga kualitas sikap, tanggung jawab, dan karakter generasi muda,” ujarnya.
Ia berharap SMKN 1 Tulungagung dapat terus berkembang menjadi pusat pengembangan talenta vokasi yang inovatif, produktif, serta mampu melahirkan lulusan siap kerja, siap berwirausaha, maupun siap melanjutkan pendidikan ke jenjang lebih tinggi.
Melalui revitalisasi pendidikan dan penguatan Program SIKAP, Pemerintah Provinsi Jawa Timur ingin memastikan sekolah tidak hanya menjadi tempat belajar teori, tetapi juga ruang tumbuhnya generasi muda yang produktif, kreatif, mandiri, dan siap menghadapi tantangan masa depan.
Editor : Redaksi