Pemprov Jatim Matangkan Rencana Koridor Baru Trans Jatim di Malang Raya, Tumpang dan Kepanjen Masuk Kajian

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I MALANG – Pemerintah Provinsi Jawa Timur terus mematangkan pengembangan layanan transportasi massal Trans Jatim di kawasan Malang Raya. Sejumlah skenario rute baru tengah dikaji untuk memperluas jangkauan layanan, termasuk menghubungkan wilayah Kepanjen hingga Tumpang melalui koridor baru yang diharapkan mampu meningkatkan konektivitas antardaerah.

Kepala Dinas Perhubungan Jawa Timur, Nyono, mengatakan pengembangan Koridor II Trans Jatim Malang Raya saat ini masih dalam tahap pembahasan dan finalisasi. Berbagai alternatif rute disiapkan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat, kesiapan infrastruktur, serta dukungan para pemangku kepentingan.

Baca juga: Ning Lia Dukung Penguatan Perhutanan Sosial, Jambore Jatim 2026 Jadi Ajang Perkuat Ekonomi Masyarakat Hutan

Menurutnya, salah satu opsi yang sedang dikaji adalah memperpanjang layanan menuju Kepanjen dan membuka peluang konektivitas hingga wilayah Tumpang. Namun, sebelum direalisasikan, pemerintah harus memastikan seluruh jalur yang akan dilintasi aman dan mendapat persetujuan dari berbagai pihak terkait.

“Ada beberapa studi yang kami lakukan. Untuk Koridor II ada alternatif yang akan disambungkan ke arah Tumpang. Namun ini masih dalam tahap skenario karena jalur koridor harus dipastikan aman dan memerlukan koordinasi dengan seluruh stakeholder,” ujar Nyono.

Ia menjelaskan, proses penyusunan koridor baru tidak hanya mempertimbangkan aspek teknis transportasi, tetapi juga memperhatikan keberlangsungan moda transportasi yang sudah ada. Karena itu, Dishub Jatim aktif membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat, termasuk paguyuban angkutan kota (angkot), pemerintah daerah, hingga perwakilan warga.

Langkah tersebut dilakukan agar kehadiran Trans Jatim dapat diterima seluruh pihak dan tidak menimbulkan gesekan dengan layanan transportasi yang telah beroperasi sebelumnya.

“Kami terus membangun komunikasi dengan paguyuban angkot, Pemerintah Kota Malang, Pemerintah Kabupaten Malang, serta perwakilan masyarakat agar semua pihak bisa menerima pengoperasian jalur Trans Jatim yang baru,” katanya.

Nyono mengungkapkan, saat ini penentuan jalur pasti Koridor II Malang Raya masih dalam tahap evaluasi. Sejumlah alternatif lintasan sedang dipelajari, termasuk rute yang melewati kawasan Pakisaji hingga Kepanjen.

Baca juga: Trans Jatim Bidik Kawasan Industri Pasuruan, Dishub Jatim Susun Rute Khusus untuk Pekerja

Menurut dia, pengembangan tersebut merupakan tindak lanjut arahan Gubernur Jawa Timur dan Pemerintah Kabupaten Malang untuk memperluas layanan transportasi publik hingga wilayah yang selama ini belum terlayani secara optimal.

“Kita sudah masuk ke koridor tengah Malang. Sesuai arahan Ibu Gubernur dan Bupati Malang, layanan akan diarahkan masuk ke kawasan Pakisaji hingga Kepanjen. Saat ini seluruh Terminal Tipe B di koridor tengah Malang Raya sudah terhubung oleh Koridor I,” jelasnya.

Dalam skenario yang tengah dibahas, Koridor II direncanakan menghubungkan kawasan Landungsari menuju Kepanjen melalui jalur Pakisaji. Kehadiran koridor tersebut diharapkan dapat memperkuat mobilitas masyarakat di wilayah Kabupaten Malang sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap kendaraan pribadi.

Selain Koridor II, Dishub Jatim juga mulai menyiapkan konsep Koridor III Malang Raya. Jalur ini dirancang untuk menjangkau wilayah timur Kabupaten Malang, khususnya kawasan Tumpang yang selama ini memiliki aktivitas pergerakan masyarakat cukup tinggi.

Baca juga: Pengambilan PIN Selesai, Dindik Jatim Minta Siswa Fokus Tahap Pendaftaran

Rencana awal Koridor III akan melintasi kawasan Ade Irma Suryani, kemudian menuju area sekitar bandara sebelum berlanjut ke arah Tumpang. Setelah itu, jalur akan terhubung kembali dengan jaringan transportasi yang sudah ada sehingga membentuk sistem layanan yang lebih terintegrasi.

“Untuk Koridor III Malang Raya, rencananya masuk ke daerah Tumpang. Jalurnya melewati Ade Irma Suryani, kemudian melintasi bandara menuju Tumpang dan selanjutnya terhubung kembali ke jaringan yang ada. Apakah nantinya akan masuk ke Landungsari atau bahkan sampai ke Kota Batu masih dalam kajian,” paparnya.

Pengembangan koridor baru Trans Jatim ini menjadi bagian dari upaya Pemprov Jatim memperkuat sistem transportasi publik yang terintegrasi, aman, dan terjangkau. Dengan semakin luasnya cakupan layanan, diharapkan masyarakat Malang Raya memiliki lebih banyak pilihan transportasi yang efisien sehingga mampu mengurangi kemacetan sekaligus meningkatkan aksesibilitas antarwilayah.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru