MERAHPUTIH I MOJOKERTO – Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa menegaskan bahwa kesuksesan tidak cukup diraih melalui kerja keras dan produktivitas semata, tetapi juga harus dibarengi dengan ikhtiar spiritual atau riyadhah agar setiap usaha membawa keberkahan.
Pesan itu disampaikan Khofifah saat menghadiri Haflah Ikhtitamiddurus XXI Pondok Pesantren Al-Amin di Kota Mojokerto, Sabtu (27/6). Menurutnya, pendidikan pesantren telah lama mengajarkan pentingnya keseimbangan antara ikhtiar lahir dan batin dalam membentuk pribadi yang berintegritas sekaligus bermanfaat bagi masyarakat.
Baca juga: Khofifah Dorong Sinergi Investasi dan Akses Keuangan untuk Perkuat Ekonomi Jatim
Khofifah mengapresiasi Pondok Pesantren Al-Amin yang didirikan pada 2000 oleh sejumlah tokoh, termasuk Plt Asisten Administrasi Umum Sekdaprov Jatim, Akhmad Jazuli, yang kini menjadi Ketua Dewan Pengasuh pesantren tersebut. Ia menyebut dedikasi Jazuli dalam memperkuat jejaring ulama menjadi bagian dari ikhtiar menghadirkan keberkahan.
Menurut Khofifah, nilai keberkahan juga menjadi semangat yang terus diusung Pemerintah Provinsi Jawa Timur melalui misi Nawa Bhakti Satya, khususnya Jatim Amanah dan Jatim Berkah. Ia mengingatkan para santri agar tidak melupakan ilmu, nilai, dan karakter yang ditempa selama di pesantren ketika melanjutkan pendidikan maupun memasuki dunia kerja.
Baca juga: Tambahan TPG Guru Jatim Belum Cair, Pemprov Masih Menunggu Kucuran Dana dari Pusat
Khofifah turut membagikan perjalanan hidupnya sebagai contoh bahwa keberhasilan membutuhkan proses panjang, pengabdian, serta ketekunan. Ia mengaku tidak berasal dari keluarga pejabat, ulama besar, maupun akademisi ternama, namun mampu meniti karier hingga menjadi menteri termuda pada masanya dan kemudian dipercaya memimpin Jawa Timur.
Ia juga mengenang perannya saat mengusulkan perubahan nama Kementerian Peranan Wanita menjadi Kementerian Pemberdayaan Perempuan pada era pemerintahan Presiden Abdurrahman Wahid, sebagai wujud penguatan peran perempuan melalui pendekatan pemberdayaan.
Baca juga: Khofifah Minta KONI Jatim Susun Langkah Konkret Menuju PON dan Olimpiade
"Di mana pun para santri melanjutkan pendidikan dan bekerja, iringi dengan riyadhah untuk mencari keberkahan. Kerja produktif harus berjalan seiring dengan ikhtiar spiritual," pesannya.
Sementara itu, Akhmad Jazuli mengatakan Pondok Pesantren Al-Amin didirikan untuk mencetak generasi yang tidak hanya menguasai ilmu agama, tetapi juga memiliki akhlak, karakter, serta keterampilan hidup. Menurutnya, para santri dibekali berbagai program vokasi, termasuk hidroponik, agar siap berkontribusi di tengah masyarakat tanpa meninggalkan jati diri sebagai santri.(pps)
Editor : Redaksi