MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya merelokasi puluhan pelaku usaha bengkel dari Jalan Nias ke Jalan Menur Nomor 111, Kelurahan Manyar Sabrangan, Kecamatan Mulyorejo. Langkah ini menjadi bagian dari penataan kawasan untuk mengembalikan fungsi Jalan Nias sekaligus memastikan para pelaku usaha tetap memiliki tempat beroperasi yang lebih aman dan representatif.
Kebijakan relokasi dilakukan setelah Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi meninjau langsung kawasan Jalan Nias pada akhir Juni 2026 menyusul banyaknya keluhan masyarakat terkait kemacetan, penggunaan bahu jalan untuk aktivitas bengkel, hingga kondisi lingkungan yang dinilai semrawut. Pemkot kemudian memilih pendekatan penataan tanpa menggusur mata pencaharian warga dengan menyediakan lokasi usaha baru.
Baca juga: Pemkot Surabaya Tuntaskan 440 Titik Genangan, 120 Lokasi Jadi Target Penanganan 2026
Selain memindahkan aktivitas bengkel, Pemkot juga melakukan penataan fisik di Jalan Nias melalui pemasangan penerangan jalan, pemangkasan pohon, serta pembersihan saluran drainase agar kawasan menjadi lebih tertib, aman, dan nyaman bagi pengguna jalan.
Koordinator Bengkel Jalan Nias, Jekti Purwantoro atau Cak Lewan, mengapresiasi kebijakan tersebut. Menurutnya, lokasi baru jauh lebih layak untuk kegiatan perbengkelan dibandingkan tempat lama yang berada di tepi jalan.
"Setelah melihat lokasi di Menur, kami merasa tempat ini sudah sesuai untuk bekerja. Kami berterima kasih kepada Pemkot Surabaya karena menyediakan tempat yang lebih aman dan nyaman," ujarnya, Senin (6/7/2026).
Cak Lewan mengungkapkan, selama puluhan tahun para pekerja harus melakukan pengelasan, pendempulan, hingga pengecatan mobil di bahu jalan dengan risiko tinggi terhadap keselamatan pekerja maupun pengguna jalan. Kini, aktivitas tersebut dapat dilakukan di area yang lebih aman tanpa mengganggu arus lalu lintas.
Baca juga: Lapangan Potro Agung Bangkit, Sport Center Baru Tambaksari Diharapkan Jadi Penggerak Ekonomi Warga
Ia juga menyebut seluruh proses relokasi dilakukan tanpa biaya. Bahkan, pemerintah berkomitmen melengkapi fasilitas yang masih dibutuhkan, termasuk penambahan atap agar aktivitas perbengkelan semakin nyaman. Saat ini sekitar 20 pekerja telah menempati lokasi baru dengan kapasitas layanan enam hingga tujuh kendaraan setiap hari.
Dukungan juga datang dari masyarakat sekitar. Ketua LPMK Kelurahan Manyar Sabrangan, Basuki Nugroho, menilai relokasi menjadi solusi yang mengakomodasi kepentingan penataan kota sekaligus menjaga keberlangsungan usaha masyarakat.
Menurutnya, aktivitas bengkel yang sebelumnya berlangsung di tepi jalan kini dipusatkan di kawasan khusus sehingga lebih aman bagi pekerja dan tidak lagi menghambat lalu lintas. Ia berharap keberadaan sentra bengkel baru juga mampu membuka peluang kerja bagi warga sekitar.
Baca juga: Surabaya Printing Expo 2026 Jadi Panggung Transformasi Industri Percetakan Indonesia Timur
Senada, Ketua RT 06 RW 01 Kelurahan Manyar Sabrangan, Sunardi, menyebut relokasi mencerminkan semangat kolaborasi dan gotong royong antarmasyarakat. Ia berharap para pelaku usaha bersama warga dapat menjaga kebersihan, keamanan, dan ketertiban lingkungan sehingga kawasan bengkel baru memberi manfaat bagi semua pihak.
Warga setempat, Nanang, juga menyambut positif kebijakan tersebut. Menurutnya, relokasi memungkinkan pelaku usaha tetap menjalankan usahanya di lokasi yang lebih layak tanpa mengganggu lingkungan, selama seluruh pihak bersama-sama menjaga ketertiban dan saling menghormati.(sub)
Editor : Redaksi