MERAHPUTIH I SURABAYA – Isu ketahanan keluarga kembali menjadi perhatian di tengah meningkatnya tantangan sosial yang dihadapi masyarakat. Bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional (Harganas) 2026, Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga (Bipeka) DPW PKS Jawa Timur menggelar pendidikan dan pelatihan bagi ratusan konsultan keluarga dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Timur.
Pelatihan yang diselenggarakan secara hybrid pada Minggu (5/7/2026) tersebut menjadi langkah awal membangun jaringan pendamping keluarga yang diharapkan mampu memberikan edukasi, konsultasi, hingga solusi bagi masyarakat dalam menghadapi berbagai persoalan rumah tangga.
Baca juga: Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-81, Pangan Murah untuk Masyarakat
Momentum Harganas tahun ini juga dimanfaatkan PKS Jawa Timur untuk memperkenalkan tiga program baru yang difokuskan pada penguatan institusi keluarga, yakni Sekolah Keluarga Indonesia (SKI), Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga (PPEK), serta Halo Rumah Keluarga Indonesia (Halo RKI), sebuah layanan call center yang menyediakan konsultasi keluarga secara lebih mudah diakses masyarakat.
Pelatihan menghadirkan psikolog sekaligus Ketua Bidang Pelatihan dan Pengembangan Kepemimpinan Partai DPP PKS, Muhammad Iqbal, Ph.D., bersama Sekretaris Bidang Perempuan dan Ketahanan Keluarga DPP PKS, Iis Istiqomah, M.Si. Keduanya memberikan pembekalan kepada para peserta mengenai teknik pendampingan keluarga, komunikasi, hingga strategi membangun ketahanan rumah tangga di tengah perubahan zaman.
Ketua Bipeka DPW PKS Jawa Timur, Nurul Arbaati, mengatakan keluarga merupakan pondasi utama dalam membangun masyarakat yang berkualitas. Karena itu, menurutnya, berbagai tantangan yang kini dihadapi keluarga tidak bisa diselesaikan secara parsial, tetapi membutuhkan pendekatan yang berkelanjutan.
"Keluarga yang kuat akan melahirkan masyarakat yang kuat. Oleh sebab itu, penguatan keluarga harus dilakukan secara sistematis melalui edukasi, pendampingan, sekaligus pemberdayaan ekonomi agar keluarga mampu bertahan menghadapi berbagai tantangan," ujarnya.
Ia menambahkan, keberadaan konsultan keluarga di setiap daerah diharapkan mampu menjadi garda terdepan dalam memberikan pendampingan sebelum persoalan rumah tangga berkembang menjadi konflik yang lebih besar.
Sementara itu, Ketua DPW PKS Jawa Timur, Bagus Prasetia Lelana, menilai peringatan Harganas seharusnya tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Menurutnya, momentum tersebut perlu diterjemahkan menjadi gerakan nyata yang mampu memperkuat keluarga Indonesia sebagai fondasi pembangunan bangsa.
"Hari ini kita bukan hanya melaunching sebuah program, tetapi sedang meluncurkan sebuah gerakan membangun peradaban melalui keluarga. Karena keluarga adalah sekolah pertama kehidupan. Di sanalah karakter dibentuk, akhlak ditanamkan, dan masa depan bangsa dipersiapkan," kata Bagus.
Menurutnya, keluarga merupakan investasi jangka panjang yang menentukan kualitas sumber daya manusia Indonesia di masa depan. Nilai-nilai karakter, kepemimpinan, hingga moral anak bangsa bermula dari lingkungan keluarga.
Baca juga: Ribuan Event Jadi Magnet Wisata, Jatim Perkuat Posisi sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia
Namun, Bagus mengingatkan bahwa keluarga Indonesia saat ini menghadapi tantangan yang semakin kompleks. Perubahan pola hidup masyarakat, derasnya arus informasi melalui media digital, tekanan ekonomi, hingga menurunnya intensitas komunikasi di dalam rumah menjadi persoalan yang memerlukan perhatian bersama.
Ia juga menyoroti tingginya angka perceraian di Jawa Timur yang dinilai menjadi sinyal bahwa ketahanan keluarga membutuhkan perhatian lebih serius.
Mengacu pada data Badan Pusat Statistik (BPS), sepanjang tahun 2025 tercatat lebih dari 93 ribu perkara perceraian terjadi di Jawa Timur. Angka tersebut menempatkan provinsi ini sebagai salah satu daerah dengan jumlah perceraian tertinggi di Indonesia.
"Data ini menjadi pengingat bahwa keluarga membutuhkan pendampingan yang nyata. Kita tidak boleh hanya datang ketika masalah sudah terjadi, tetapi harus hadir sejak awal melalui edukasi, konsultasi, dan pemberdayaan keluarga," tegasnya.
Karena itu, Bagus menilai keberadaan konsultan keluarga yang tersebar di seluruh kabupaten dan kota akan menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem keluarga yang sehat, harmonis, dan tangguh.
Baca juga: Khofifah Lepas Ribuan Pelari MANTRA116, Sport Tourism Jatim Kian Mendunia
Selain memberikan layanan konsultasi, para konsultan juga diharapkan mampu menjadi penghubung masyarakat dengan berbagai program pemberdayaan yang dijalankan PKS, termasuk penguatan ekonomi keluarga melalui Pos Pemberdayaan Ekonomi Keluarga.
Menurut Bagus, persoalan keluarga tidak hanya berkaitan dengan hubungan antaranggota keluarga, tetapi juga dipengaruhi kondisi ekonomi. Oleh sebab itu, pendampingan psikologis perlu berjalan beriringan dengan upaya meningkatkan kemandirian ekonomi rumah tangga.
Melalui rangkaian program tersebut, PKS Jawa Timur berharap dapat memperluas peran sosialnya di tengah masyarakat.
"Kita ingin PKS hadir bukan hanya menjelang pemilu, tetapi hadir setiap saat ketika masyarakat membutuhkan. Hadir dalam keluarga, hadir dalam pemberdayaan ekonomi, dan hadir memberikan solusi atas persoalan masyarakat," pungkas Bagus.(pps)
Editor : Redaksi