Dari Balap Liar Menjadi Destinasi Wisata, Pemprov Jatim Kawal Legalitas Wisata Gledekan Tretes

harianmerahputih.id
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari

MERAHPUTIH I PASURUAN – Sebuah aktivitas yang dahulu identik dengan balap liar kini justru berkembang menjadi daya tarik wisata minat khusus yang berpotensi menggerakkan ekonomi lokal. Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai memberikan perhatian serius terhadap wisata Gledekan di kawasan Tretes, Kecamatan Prigen, Kabupaten Pasuruan, dengan mendorong legalitas serta peningkatan standar keselamatan agar dapat berkembang sebagai destinasi wisata unggulan.

Wisata ekstrem yang memanfaatkan kendaraan rakitan tanpa mesin itu dinilai memiliki keunikan yang sulit ditemukan di daerah lain. Selain menawarkan sensasi memacu adrenalin di jalur menurun, aktivitas tersebut juga lahir dari kreativitas anak-anak muda yang berhasil mengubah kebiasaan negatif menjadi kegiatan produktif.

Baca juga: Peringati Harganas 2026, PKS Jatim Cetak Ratusan Konsultan Keluarga dan Luncurkan Tiga Program Penguatan Rumah Tangga

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur, Evy Afianasari, mengatakan pemerintah tidak hanya melihat Gledekan sebagai hiburan semata, tetapi juga sebagai model pemberdayaan komunitas yang mampu menciptakan dampak ekonomi sekaligus sosial.

"Kami dari Pemprov mendampingi mereka, para pegiat Gledek, untuk memperoleh perizinan pengelolaan event dan mendorong kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk aspek kesehatan dan keamanan. Saat ini mereka sedang mengurus proses Nomor Induk Berusaha (NIB)," ujar Evy, Minggu (5/7).

Menurutnya, langkah legalisasi menjadi pintu awal agar kegiatan tersebut dapat berkembang secara profesional sekaligus memiliki kepastian hukum dalam penyelenggaraan berbagai agenda wisata.

Lebih dari sekadar atraksi lokal, Evy menyebut kendaraan Gledekan yang dibuat masyarakat ternyata memiliki nilai ekonomi cukup tinggi. Bahkan, hasil produksi para perajin pernah diminati hingga ke pasar internasional, termasuk Tiongkok dan Amerika Serikat.

Potensi tersebut dinilai menjadi modal penting bagi Jawa Timur untuk mengembangkan wisata berbasis komunitas yang memiliki karakter khas sekaligus membuka peluang industri kreatif baru.

Meski demikian, pengembangan wisata ini masih menghadapi sejumlah tantangan. Persoalan utama berada pada aspek keselamatan, mulai dari sertifikasi perlengkapan keamanan, standardisasi lintasan balap hingga penyusunan prosedur operasional yang memenuhi standar.

"Kami yang membuat cukup deg-degan sebenarnya karena jalurnya belum distandarisasi. Sekali jalan ada sekitar sepuluh kendaraan berbaris. Kami sedang mendorong agar kawasan ini bisa menjadi percontohan sekaligus menjadi solusi mengurangi angka kriminalitas di kalangan anak muda," jelasnya.

Pemprov bersama pemerintah daerah akan memperkuat koordinasi lintas sektor untuk memastikan seluruh aspek mitigasi risiko dapat dipenuhi sebelum kegiatan berkembang dalam skala yang lebih besar.

Baca juga: Pemprov Jatim Gelar Pasar Murah ke-81, Pangan Murah untuk Masyarakat

Selama ini, lintasan Gledekan memanfaatkan jalan menurun yang relatif sepi pada pagi hari sehingga tidak mengganggu aktivitas lalu lintas masyarakat. Komunitas penyelenggara juga mulai menerapkan sistem pengamanan secara mandiri, termasuk menyediakan ambulans operasional sebagai langkah antisipasi apabila terjadi kecelakaan.

Upaya tersebut menjadi bukti bahwa komunitas tidak hanya mengejar sensasi olahraga ekstrem, tetapi juga mulai membangun budaya keselamatan dalam setiap penyelenggaraan kegiatan.

Selain pembenahan regulasi dan keamanan, Disbudpar Jawa Timur juga mendorong pengembangan paket wisata terpadu atau bundling. Konsep ini diharapkan mampu memperpanjang lama tinggal wisatawan dengan mengombinasikan atraksi Gledekan bersama berbagai destinasi alam yang telah lebih dulu dikenal di kawasan Tretes.

Wilayah Prigen sendiri memiliki kekayaan wisata pegunungan, panorama alam, kuliner hingga berbagai objek rekreasi keluarga yang dapat menjadi satu rangkaian perjalanan wisata.

Dengan demikian, wisatawan tidak hanya datang untuk menyaksikan atau mengikuti olahraga Gledekan, tetapi juga menikmati keseluruhan potensi pariwisata yang dimiliki kawasan tersebut.

Di sisi lain, keberhasilan komunitas Gledekan juga dinilai menjadi contoh transformasi sosial yang patut diapresiasi. Aktivitas yang semula lahir sebagai alternatif untuk mengalihkan anak-anak muda dari balap liar kini justru berkembang menjadi ruang kreativitas sekaligus sumber pendapatan masyarakat.

Baca juga: Ribuan Event Jadi Magnet Wisata, Jatim Perkuat Posisi sebagai Destinasi Sport Tourism Kelas Dunia

Menariknya, keuntungan dari penjualan tiket tidak dinikmati secara pribadi, melainkan digunakan untuk mendukung pembangunan berbagai fasilitas umum di desa.

Model pengelolaan berbasis komunitas tersebut dinilai berhasil menekan potensi kenakalan remaja, termasuk aksi balap liar maupun tawuran yang sebelumnya kerap terjadi di kawasan lereng Gunung Arjuno.

Pemprov Jawa Timur optimistis proses pengurusan Nomor Induk Berusaha akan menjadi fondasi penting bagi pengembangan Gledekan sebagai destinasi wisata minat khusus yang memiliki standar keselamatan jelas serta tata kelola profesional.

Ke depan, sinergi antara Dinas Kebudayaan dan Pariwisata bersama Dinas Kepemudaan dan Olahraga diharapkan mampu melahirkan standar operasional yang dapat menjadi acuan pengembangan wisata olahraga ekstrem serupa di berbagai daerah.

Dengan perpaduan kreativitas anak muda, dukungan pemerintah, serta penguatan aspek keselamatan, Gledekan Tretes berpeluang menjadi ikon wisata baru Jawa Timur yang tidak hanya menawarkan sensasi memacu adrenalin, tetapi juga menghadirkan manfaat ekonomi dan perubahan sosial bagi masyarakat setempat.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru