Kali Tebu Berubah Wajah, Warga Bulak Banteng Kini Merasa Lebih Aman

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I SURABAYA – Penataan kawasan Kali Tebu di Jalan Raya Dukuh Bulak Benteng II, Surabaya, mulai memberikan dampak nyata bagi warga. Kawasan yang sebelumnya dikenal kumuh, gelap, dan rawan aksi kriminalitas kini berubah menjadi lebih tertata, terang, serta nyaman dilalui masyarakat.

Program penataan yang digagas Pemerintah Kota Surabaya sejak April 2026 itu tak hanya memperbaiki infrastruktur, tetapi juga meningkatkan rasa aman warga. Proses penataan bahkan dipantau langsung oleh Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi.

Baca juga: SiLPA APBD Surabaya 2025 Tembus Rp516 Miliar, Eri: PAD 2026 Masih Sesuai Jalur

Ketua RT 16/RW 07 Suropati 5 E, Kelurahan Bulak Banteng, Ashariono, mengatakan perubahan paling terasa adalah hilangnya keresahan warga saat malam hari. Sebelum ditata, kawasan tersebut minim penerangan sehingga kerap menjadi lokasi berkumpul kelompok remaja yang membawa senjata tajam.

"Dulu kalau malam Minggu sering ada gengster membawa samurai dan membuat keributan hingga masuk ke kampung. Warga jadi takut keluar rumah," kata Ashariono, Selasa (7/7/2026).

Menurutnya, setelah dilakukan pembersihan kawasan dan pemasangan lampu penerangan jalan umum (PJU), kondisi berubah drastis. Jalan menjadi lebih lebar, terang, dan aktivitas kelompok yang meresahkan itu sudah tidak lagi terlihat.

"Warga sekarang bisa melintas kapan saja tanpa rasa khawatir," ujarnya.

Penataan kawasan juga berdampak pada pelaku UMKM yang sebelumnya berjualan hingga memakan badan jalan. Meski sebagian pedagang sempat mengalami penurunan omzet karena harus memundurkan lapaknya, Ashariono menyebut pemerintah bersama warga terus mencari solusi agar aktivitas ekonomi tetap berjalan tanpa mengganggu fasilitas umum.

Baca juga: Relokasi Bengkel Jalan Nias, Pemkot Surabaya Tata Kawasan Tanpa Matikan Usaha Warga

"Semua dilakukan bertahap. Yang terpenting sekarang jalan lebih rapi, akses lancar, dan warga merasa aman," tuturnya.

Hal senada disampaikan Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Kelurahan (LPMK) Bulak Banteng, Abdul Aziz. Ia mengapresiasi perhatian Pemkot Surabaya yang berhasil mengubah kawasan bantaran Kali Tebu yang sebelumnya dipenuhi tumpukan barang bekas dan parkir liar.

"Dulu kawasan ini sangat kumuh hingga orang enggan melintas. Sekarang jalannya bagus dan manfaatnya sudah dirasakan masyarakat," katanya.

Abdul Aziz berharap penataan infrastruktur dapat dilanjutkan hingga kawasan Jembatan Kedinding dan jembatan di sisi utara agar konektivitas wilayah semakin baik.

Baca juga: Pemkot Surabaya Tuntaskan 440 Titik Genangan, 120 Lokasi Jadi Target Penanganan 2026

Perubahan tersebut juga dirasakan para pengguna jalan. Feris, warga Semampir yang setiap hari melintas menuju tempat kerja di Bulak Banteng, mengaku kini lebih nyaman berkendara karena jalan telah diaspal, memiliki dua lajur, dan didukung penerangan yang memadai.

"Sekarang lewat sini sudah tidak takut lagi karena jalannya bagus dan terang," ujarnya.

Ia pun mengajak masyarakat menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan agar hasil penataan dapat dinikmati dalam jangka panjang.(sub)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru