MERAHPUTIH I BANDUNG – Perjalanan panjang Achmad Jufriyanto bersama PERSIB Bandung belum berakhir. Setelah lebih dari satu dekade menjadi benteng pertahanan sekaligus salah satu ikon kebangkitan Maung Bandung, pria yang akrab disapa Jupe itu kini memulai babak baru sebagai bagian dari jajaran pelatih tim senior PERSIB untuk menghadapi kompetisi musim 2026/2027.
Keputusan manajemen mengangkat Jupe sebagai staf pelatih menjadi simbol kesinambungan regenerasi di tubuh klub. Sosok yang selama ini dikenal sebagai pemimpin di lapangan dipercaya membawa pengalaman, karakter, serta kultur juara ke ruang ganti dan area teknis bersama pelatih kepala Igor Tolic.
Baca juga: Enam Pemain PERSIB Ikuti TC Timnas Indonesia, Beckham Putra Antusias Jalani Latihan Intensif
Penunjukan tersebut bukan sekadar pergantian profesi dari pemain menjadi pelatih. Lebih dari itu, PERSIB menegaskan komitmennya menjaga identitas klub dengan melibatkan figur yang memahami filosofi dan nilai-nilai yang telah dibangun selama bertahun-tahun.
Deputy CEO PT PERSIB Bandung Bermartabat, Adhitia Putra Herawan, mengatakan keputusan tersebut lahir dari rekomendasi pelatih kepala sekaligus bentuk penghargaan atas loyalitas yang telah ditunjukkan Jupe sepanjang memperkuat Pangeran Biru.
Menurut Adhitia, dedikasi Jupe tidak pernah dipertanyakan sejak pertama kali mengenakan seragam PERSIB. Profesionalisme, etos kerja, dan jiwa kepemimpinannya menjadi teladan bagi para pemain muda maupun senior di dalam tim.
"Totalitas Bang Jupe untuk PERSIB tidak pernah diragukan. Selama lebih dari satu dekade, ia menunjukkan dedikasi, profesionalisme, dan semangat juang yang menjadi teladan. Empat gelar juara yang berhasil dipersembahkan merupakan bukti nyata kontribusinya bagi perjalanan PERSIB," ujar Adhitia.
Nama Achmad Jufriyanto memang memiliki tempat istimewa dalam sejarah modern PERSIB. Bergabung pada musim Liga Super Indonesia 2014, bek kelahiran 7 Februari 1987 itu langsung menjadi bagian penting skuad yang mengakhiri penantian panjang gelar juara di bawah arahan pelatih Djadjang Nurdjaman.
Meski sempat menjalani masa peminjaman ke Kuala Lumpur FC pada 2018 dan Bhayangkara FC pada 2020, Jupe kembali ke Bandung dengan semangat yang sama. Kepulangannya justru menjadi bagian dari era paling sukses dalam sejarah PERSIB pada kompetisi nasional.
Ia ikut mengantar Maung Bandung mencatat sejarah melalui raihan tiga gelar liga secara beruntun, yakni Liga 1 musim 2023/2024, Liga 1 2024/2025, hingga Super League 2025/2026. Prestasi tersebut melahirkan catatan three-peat sekaligus memperkokoh posisi PERSIB sebagai salah satu klub tersukses di Indonesia dengan koleksi lima gelar kompetisi nasional.
Baca juga: PERSIB Fokus Matangkan Tim, Tak Bebani Target di Piala Presiden 2026
Kontribusi Jupe juga tidak berhenti di panggung domestik. Ia turut membawa PERSIB menjuarai Piala Presiden 2015, melangkah hingga babak 16 besar Piala AFC 2015, serta mengantarkan klub menembus fase 16 besar AFC Champions League Two musim 2025/2026.
Selama berseragam biru, Jupe mencatatkan 132 penampilan di kompetisi domestik dengan torehan tujuh gol. Di level Asia, ia tampil enam kali dan menyumbangkan satu gol. Angka-angka tersebut memang menggambarkan kontribusinya, namun bagi Bobotoh dan keluarga besar PERSIB, warisan terbesar Jupe bukan sekadar statistik.
Ia dikenal sebagai pemain yang selalu tampil penuh determinasi, berani mengambil tanggung jawab di momen-momen krusial, serta menjadi figur pemersatu di ruang ganti. Karakter kepemimpinan inilah yang diyakini menjadi modal utama dalam menjalankan tugas barunya sebagai staf pelatih.
Manajemen berharap kehadiran Jupe mampu menjadi penghubung antara filosofi klub dengan generasi baru pemain PERSIB. Pengalaman panjang sebagai pemain dinilai akan memudahkannya memahami kebutuhan tim sekaligus membantu proses adaptasi pemain muda menuju level kompetisi tertinggi.
Di bawah komando Igor Tolic, PERSIB tengah membangun kekuatan untuk mempertahankan dominasi di kompetisi nasional sekaligus meningkatkan prestasi di level Asia. Kehadiran mantan pemain senior di jajaran pelatih diharapkan menghadirkan keseimbangan antara pendekatan taktis modern dengan nilai-nilai khas yang telah menjadi identitas klub selama ini.
Baca juga: Persebaya Perkenalkan Skuad Awal, Perkuat Sports Science Sambut Super League 2026/2027
Bagi Jupe sendiri, perubahan peran tersebut bukanlah akhir dari perjalanan, melainkan bentuk lain dari pengabdian kepada klub yang telah menjadi rumah selama bertahun-tahun. Jika sebelumnya ia memimpin rekan-rekannya dari lini belakang, kini ia akan berperan membentuk mental, karakter, dan kualitas permainan dari balik garis lapangan.
Adhitia optimistis pengalaman panjang Jupe akan memberikan dampak positif terhadap perkembangan tim di musim mendatang.
"Hatur nuhun, Bang Jupe, atas setiap dedikasi, kerja keras, dan kontribusi yang telah diberikan selama menjadi pemain PERSIB. Kini saatnya melanjutkan perjuangan dalam peran yang baru. Kami percaya pengalaman, karakter, dan jiwa kepemimpinan yang dimiliki akan menjadi energi positif bagi tim pelatih dan seluruh pemain dalam menggapai prestasi yang lebih tinggi bersama PERSIB," tutup Adhitia.
Dengan bergabungnya Achmad Jufriyanto ke dalam tim kepelatihan, PERSIB tidak hanya mempertahankan salah satu putra terbaiknya, tetapi juga memastikan nilai-nilai loyalitas, kerja keras, dan budaya juara terus diwariskan kepada generasi berikutnya demi menjaga kejayaan Maung Bandung di masa depan.(ban)
Editor : Redaksi