Nomor 6 Sarat Makna, Sandy Walsh Siap Berjuang Demi Lambang PERSIB

harianmerahputih.id

MERAHPUTIH I BANDUNG – Bek anyar PERSIB Bandung, Sandy Walsh, resmi memilih nomor punggung 6 untuk mengarungi kompetisi musim 2026/2027. Di balik keputusan yang tampak sederhana itu, ternyata tersimpan kisah pribadi yang penuh makna dan menjadi simbol babak baru dalam perjalanan karier sekaligus kehidupan keluarganya.

Nomor punggung 6 sebelumnya dikenakan Robi Darwis yang tidak lagi menjadi bagian dari skuad Maung Bandung. Kini, angka tersebut berpindah ke pundak pemain tim nasional Indonesia itu yang datang dengan membawa pengalaman bermain di kompetisi Eropa serta ambisi besar mengantarkan PERSIB meraih prestasi.

Baca juga: Jupe Tutup Karier sebagai Pemain, Buka Lembaran Baru di Bangku Pelatih PERSIB

Sandy mengungkapkan, pemilihan nomor tersebut bukan dilakukan secara sembarangan. Keputusan itu lahir dari perbincangan hangat bersama sang istri, Aislinn Konig, pebasket tim nasional Kanada yang saat ini tengah mengandung anak pertama mereka.

Menurut Sandy, selama berkarier dirinya identik dengan nomor punggung 5. Sementara sang istri selalu mengenakan nomor 1 saat tampil di lapangan basket. Ketika keduanya berdiskusi mengenai nomor yang akan dipakai di PERSIB, muncul ide sederhana yang kemudian menjadi pilihan istimewa.

"Biasanya saya memakai nomor 5, sedangkan istri saya nomor 1. Karena sekarang istri sedang hamil, kami menggabungkan keduanya. Lima ditambah satu menjadi enam," ujar Sandy.

Bagi pemain berdarah Indonesia-Belanda itu, angka enam kini bukan sekadar identitas di lapangan hijau. Nomor tersebut menjadi pengingat akan fase baru dalam kehidupannya sebagai calon ayah sekaligus pemain baru yang siap memulai perjalanan bersama salah satu klub terbesar di Indonesia.

Meski demikian, Sandy menegaskan bahwa nomor punggung bukanlah hal utama dalam sepak bola. Baginya, kebanggaan terbesar justru terletak pada kesempatan mengenakan seragam PERSIB dan memperjuangkan lambang klub yang berada di dada.

Pemain yang memiliki garis keturunan Surabaya itu mengatakan, dirinya tidak pernah menjadikan nomor punggung sebagai simbol status atau kebanggaan pribadi. Yang jauh lebih penting adalah kontribusi nyata untuk tim setiap kali dipercaya tampil di lapangan.

Baca juga: Enam Pemain PERSIB Ikuti TC Timnas Indonesia, Beckham Putra Antusias Jalani Latihan Intensif

"Bagaimanapun juga kita berjuang untuk emblem di depan, bukan nomor di belakang," tegasnya.

Pernyataan tersebut sekaligus menggambarkan komitmen Sandy yang ingin langsung menyatu dengan kultur PERSIB, klub yang dikenal memiliki basis suporter besar dan tuntutan tinggi terhadap setiap pemain.

Bergabung dengan Maung Bandung juga menjadi penantian panjang bagi Sandy Walsh. Ia mengungkapkan, komunikasi dengan pelatih Bojan Hodak sebenarnya sudah terjalin sejak sekitar tiga tahun lalu. Namun, berbagai situasi membuat proses tersebut baru terwujud pada musim ini.

Kini, setelah resmi berseragam PERSIB, Sandy mengaku bahagia karena akhirnya dapat mewujudkan keinginan yang sempat tertunda. Kesempatan tersebut akan dibalasnya dengan kerja keras dan dedikasi penuh di setiap pertandingan.

Baca juga: PERSIB Fokus Matangkan Tim, Tak Bebani Target di Piala Presiden 2026

"Saya senang akhirnya bisa bergabung dengan PERSIB setelah tiga tahun lalu Coach Bojan menghubungi saya," ungkapnya.

Kehadiran Sandy Walsh menjadi salah satu tambahan kekuatan penting di lini belakang PERSIB. Pengalaman bermain di level internasional bersama Timnas Indonesia serta kompetisi Eropa diharapkan mampu memperkokoh pertahanan Maung Bandung dalam menghadapi persaingan musim baru.

Lebih dari sekadar rekrutan anyar, Sandy datang membawa semangat baru. Nomor punggung 6 yang akan dikenakannya menjadi simbol perjalanan hidup yang tengah memasuki babak penting, mulai dari impian membela klub yang telah lama diincarnya hingga penantian menyambut kelahiran buah hati pertama.

Kini, semua perhatian akan tertuju pada bagaimana bek berusia matang itu menerjemahkan makna di balik nomor punggungnya menjadi penampilan konsisten di lapangan. Sebab, seperti yang ia tegaskan sendiri, kemenangan dan pengabdian kepada klub jauh lebih berarti daripada sekadar angka yang tertera di belakang jersey. (ban)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru