Bandara Juanda Uji Kesiapan Darurat dan Perkuat Koordinasi Antarinstansi

harianmerahputih.id
Bandara Internasional Juanda menggelar latihan penanganan kebakaran sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional penerbangan

MERAHPUTIH I SIDOARJO – Bandara Internasional Juanda menggelar latihan penanganan kebakaran sekaligus memperkuat koordinasi lintas instansi untuk menjaga keamanan, keselamatan, dan kelancaran operasional penerbangan, Kamis (29/10).

Dalam simulasi Partial Exercise, skenario kebakaran terjadi di Gedung Administrasi Bandara Juanda sekitar pukul 14.00 WIB. Tim Airport and Rescue Fire Fighting (ARFF) berhasil memadamkan api dan mengevakuasi korban dalam waktu 45 menit, tepatnya pukul 14.45 WIB.

Baca juga: Ruang Server Untag Surabaya Terbakar, Data Universitas Dipastikan Aman

Latihan terbatas tersebut dirancang untuk menguji penerapan prosedur darurat serta kesiapan personel dalam menjalankan tugas sesuai skenario. Kegiatan melibatkan ARFF, petugas Aviation Security (AVSEC), Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), dan Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan.

General Manager Bandara Internasional Juanda, Muhammad Tohir, mengatakan latihan menjadi bagian penting untuk memastikan setiap unsur memahami tugas dan tanggung jawabnya ketika menghadapi situasi darurat.

“Latihan merupakan hal penting untuk memastikan setiap pihak memahami dan bertindak sesuai dengan tugasnya,” ujar Tohir.

Pada hari yang sama, Juanda juga menggelar Airport Security Committee (ASC) Meeting ke-3, Facilitation Meeting ke-2, serta Table Top Exercise. Rangkaian kegiatan ini ditujukan untuk menyelaraskan prosedur, memperkuat komunikasi, dan meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi gangguan keamanan maupun kendala operasional.

Baca juga: Akses Tol Waru-Juanda Diubah, Pengguna Jalan Diminta Waspada

Forum ASC membahas keamanan penerbangan dan evaluasi prosedur pengamanan. Sementara itu, Facilitation Meeting berfokus pada peningkatan kelancaran pelayanan penumpang, bagasi, kargo, serta aspek fasilitasi lainnya.

Adapun Table Top Exercise dilakukan melalui simulasi berbasis skenario untuk menguji alur komunikasi, koordinasi, pemahaman prosedur, hingga pengambilan keputusan saat kondisi darurat.

Kegiatan tersebut melibatkan berbagai pemangku kepentingan, antara lain Lanudal Juanda, Otoritas Bandara Wilayah III, BNPB, Balai Besar Kekarantinaan Kesehatan, Imigrasi Kelas I Surabaya, Bea Cukai Juanda, maskapai penerbangan, dan penyedia layanan ground handling.

Baca juga: 23 Tahun Baba Rafi, Dari Gerobak Surabaya Kini Perkuat Bisnis Mandiri

Tohir menegaskan, keamanan dan kelancaran pelayanan bandara membutuhkan kerja sama seluruh instansi terkait. Karena itu, latihan dan forum koordinasi perlu diikuti evaluasi agar kesiapan petugas serta efektivitas penanganan masalah terus meningkat.

Juanda berkomitmen memperkuat koordinasi lintas instansi, meningkatkan kompetensi personel, dan mengevaluasi prosedur secara berkala demi menghadirkan layanan penerbangan yang aman, nyaman, dan andal bagi pengguna jasa.(pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru