MERAHPUTIH I SURABAYA – Persebaya Surabaya menghadapi tantangan kebugaran pemain menjelang laga melawan Persijap Jepara pada lanjutan Super League 2026/2027 di Gelora Bung Tomo, Surabaya, Jumat (30/10). Jadwal pertandingan yang rapat membuat pelatih Bernardo Tavares memprioritaskan pemulihan fisik sekaligus mempertimbangkan rotasi pemain.
Dalam konferensi pers prapertandingan, Kamis (29/10), Tavares menjelaskan Persebaya menjalani pertandingan setiap empat hari sejak 18 Oktober. Situasi tersebut membuat waktu pemulihan dan persiapan tim sangat terbatas. Sebaliknya, Persijap memiliki waktu istirahat lebih panjang karena bermain pada 24 Oktober.
“Kami tidak memiliki banyak pilihan karena beberapa pemain masih cedera, sementara yang lain baru pulih dari cedera. Kami mungkin harus memainkan beberapa pemain tersebut, baik sejak awal maupun hanya beberapa menit. Kami akan melihat kondisinya,” ujar Tavares.
Pelatih asal Portugal itu juga mengingatkan anak asuhnya agar tidak meremehkan Persijap, meski lawannya berada di papan bawah klasemen. Menurutnya, sejumlah tim papan atas juga kesulitan menghadapi Persijap.
Tavares mencontohkan Borneo FC yang menang tipis 1-0 dan Persib Bandung yang menang 2-1. Dewa United juga baru memastikan kemenangan 2-0 melalui gol yang tercipta pada menit ke-79 dan masa tambahan waktu. Sementara itu, Persijap mampu menahan imbang Bhayangkara FC.
Ia menilai Persijap memiliki motivasi tinggi setelah meraih poin pertamanya. Tim tersebut diperkirakan bermain dengan pertahanan rapat dan mengandalkan serangan balik untuk menyulitkan Persebaya.
“Bonita tentu berharap kami menang dengan skor besar karena menghadapi tim di papan bawah. Namun, mereka tim yang bagus. Jika tidak, tim-tim lain seharusnya bisa menang dengan selisih gol besar. Hanya Bali United yang mampu menang dengan selisih cukup jauh, itu pun mereka sempat tiga kali membentur tiang,” jelasnya.
Tavares meminta timnya tetap rendah hati dan mempersiapkan diri menghadapi berbagai kemungkinan di lapangan. Ia menegaskan keputusan rotasi akan bergantung pada kondisi fisik dan kesiapan pemain dalam latihan terakhir.
“Jika memungkinkan, kami akan melakukan rotasi. Namun, jika kondisi pemain tidak memungkinkan, kami tidak akan memaksakannya,” tegasnya.
Waspadai Bola Mati dan Tembakan Jarak Jauh
Selain kebugaran, Tavares menyoroti kelemahan Persebaya dalam mengantisipasi bola mati dan tembakan dari luar kotak penalti. Ia mengakui dua dari tiga gol terakhir yang bersarang di gawang timnya berasal dari situasi tendangan bebas, sedangkan satu gol lainnya berawal dari kehilangan bola di lini tengah saat menghadapi PSS Sleman.
Menurutnya, Persijap memiliki pemain yang mampu melepaskan tembakan jarak jauh serta memanfaatkan bola kedua. Waktu persiapan lawan yang lebih panjang juga menjadi hal yang perlu diantisipasi.
“Kami harus menghindari pelanggaran yang tidak perlu di dekat gawang agar tidak kembali kebobolan melalui tendangan bebas langsung. Kami juga harus menutup ruang untuk umpan silang, umpan tarik, dan tembakan dari luar kotak penalti,” ujarnya.
Sementara itu, kapten Persebaya Francisco Rivera menyatakan kondisinya semakin membaik setelah sebelumnya mengalami cedera. Ia mengakui waktu pemulihan tim cukup singkat, tetapi persiapan menghadapi Persijap telah dilakukan melalui analisis pertandingan lawan.
“Kami memang tidak memiliki banyak waktu untuk pemulihan dan persiapan. Namun, kami sudah menganalisis permainan Persijap dan tidak boleh meremehkan mereka. Kondisi saya lebih baik, saya merasa percaya diri dan siap untuk pertandingan besok,” kata Rivera.
Tavares juga menyambut positif pemanggilan empat pemain Persebaya untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17. Ia berharap para pemain tersebut mampu menunjukkan performa terbaik, baik secara individu maupun sebagai tim, sekaligus membawa nama baik akademi dan klub.(sub)
Editor : Redaksi