MERAHPUTIH I SURABAYA – Dewan Perwakilan Mahasiswa (DPM) Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Untag Surabaya menggelar Sekolah Legislator 2026 di Gedung R. Ing. Soekonjono Lantai 6, Kamis (29/10). Kegiatan ini menjadi wadah pembelajaran bagi mahasiswa untuk memperkuat pemahaman legislasi, advokasi, dan kepemimpinan organisasi.
Mengusung tema “Legislatif Muda Membangun Generasi Kritis, Aspiratif, dan Berintegritas”, kegiatan tersebut membekali peserta dengan kemampuan menyusun regulasi, menyerap aspirasi, hingga memperjuangkan kepentingan mahasiswa secara bertanggung jawab.
Baca juga: Ning Lia Dorong Kader Fatayat NU Berani Ambil Peran dalam Demokrasi
Ketua Pelaksana Triana Marta Sisilia mengatakan, lembaga legislatif mahasiswa tidak semestinya hanya berorientasi pada jabatan, tetapi harus mampu menjadi saluran aspirasi dan mendorong demokrasi di lingkungan kampus.
Wakil Dekan FISIP Untag Surabaya, Mohammad Insan Romadhan, menyebut penguatan DPM menjadi perhatian fakultas. Pihaknya mendorong reaktivasi lembaga tersebut sebagai penghubung aspirasi mahasiswa dengan dekanat maupun rektorat. Fakultas bersama DPM juga menyiapkan program Wadah Aspirasi untuk menampung masukan dan persoalan mahasiswa.
Ketua Umum DPM FISIP, Awaludin Kahar, menambahkan, kegiatan ini menjadi kesempatan bagi mahasiswa mempelajari kepemimpinan dan pengabdian. Menurutnya, politik tidak sebatas mengejar jabatan, melainkan kemampuan mendengar dan menghadirkan manfaat bagi masyarakat.
Pesan serupa disampaikan Wakil Rektor Untag Surabaya, Sumiati. Ia mengingatkan bahwa legislator memiliki tiga fungsi utama, yakni legislasi, pengawasan, dan penganggaran.
Baca juga: Ning Lia Dorong Ibu Jadi Benteng Anak dari Ancaman Judi Online
Hadir sebagai pembicara utama, Anggota DPD RI asal Jawa Timur, Lia Istifhama, membagikan pengalamannya meniti karier dari dunia profesional hingga parlemen. Ia mendorong mahasiswa membangun personal branding melalui rekam jejak, karya, dan pemikiran kritis, bukan sekadar mengandalkan jabatan atau status politik.
Lia juga memperkenalkan strategi INSIGHT (Identity, Soft Skill, and Dedication) sebagai bekal membangun integritas. Ia menekankan pentingnya politik yang inklusif, menjaga kepercayaan publik, serta berorientasi pada keberlanjutan demokrasi.
Materi advokasi disampaikan Anggota DPRD Kabupaten Bangkalan, Samsul Arifin Marla. Alumnus Untag Surabaya tersebut mengulas strategi memperjuangkan aspirasi mahasiswa berbasis data sekaligus menjaga integritas dalam proses advokasi.
Baca juga: Ning Lia Ajak Pemuda Lawan Ekonomi Serakah, Jadikan Pelestarian Mangrove Gerakan Bersama
Sementara itu, Anggota DPRD Kota Surabaya, Muhammad Syaifuddin, memaparkan pentingnya regulasi organisasi sebagai fondasi tata kelola kampus yang demokratis dan transparan.
Ia menjelaskan enam fungsi legislatif mahasiswa, yakni pembentukan peraturan, representasi, pengawasan, penganggaran, evaluasi, dan edukasi demokrasi. Menurutnya, proses legislasi kampus juga harus terbuka, partisipatif, terdokumentasi, serta selaras dengan aturan universitas dan perundang-undangan.
Melalui Sekolah Legislator 2026, DPM FISIP Untag Surabaya berharap peserta tidak hanya memahami teori legislasi, tetapi juga mampu menerapkannya untuk mengawal aspirasi dan mendorong perubahan positif di lingkungan kampus maupun masyarakat.(pps)
Editor : Redaksi