Emil-Arumi Kompak, Keluarga Disebut Fondasi Utama Pembangunan

Reporter : prass prasetyo
Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak dan Arumi Bachsin dalam Festival Keluarga Kita 2026 di Museum Pendidikan Surabaya, Sabtu (7/11).

MERAHPUTIH I SURABAYA – Wakil Gubernur Jawa Timur Emil Elestianto Dardak menegaskan keluarga memiliki peran strategis sebagai fondasi utama pembangunan bangsa. Karena itu, penguatan keluarga tidak bisa hanya mengandalkan program pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif komunitas dan masyarakat.

Hal tersebut disampaikan Emil saat menjadi narasumber dalam sesi Berbagi Cerita pada Festival Keluarga Kita 2026 di Museum Pendidikan Surabaya, Sabtu (7/11).

Baca juga: Emil Dardak Beri Peringatan Keras soal Penahanan Ijazah

Menurut Emil, keluarga merupakan unit paling penting dalam pembangunan. Pemerintah perlu memberikan apresiasi sekaligus dukungan terhadap berbagai inisiatif komunitas yang bergerak dalam penguatan ketahanan keluarga.

"Kalau hanya mengandalkan birokrat untuk mengurusi keluarga tentu tidak bisa efektif. Dukungan dari kolega dan komunitas seperti ini sangat bermanfaat," kata Emil.

Ia menilai keberadaan komunitas dapat menjadi mitra strategis pemerintah karena mampu menjangkau masyarakat secara langsung. Kolaborasi tersebut juga dinilai penting untuk memperluas edukasi dan pendampingan keluarga.

Pandangan serupa disampaikan Arumi Bachsin, Ketua Tim Penggerak (TP) PKK sekaligus Ketua Tim Pembina Posyandu Provinsi Jawa Timur. Menurutnya, Tim Penggerak PKK memiliki peran yang sejalan dengan gerakan komunitas dalam mendukung pembangunan keluarga.

Arumi menjelaskan, PKK dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat melalui berbagai kegiatan pendampingan. Semakin banyak komunitas dengan visi membangun keluarga yang kuat, semakin besar pula dukungan terhadap upaya pembangunan bangsa.

Ia juga menyoroti tantangan keluarga masa kini, terutama penggunaan gawai yang semakin melekat dalam kehidupan anak-anak.

Menurut Arumi, teknologi tidak perlu dimusuhi, tetapi penggunaannya harus dikendalikan agar tidak mengganggu tumbuh kembang anak, khususnya kemampuan bersosialisasi dan interaksi antara orang tua dengan anak.

Baca juga: Antrean Pertalite dan Solar Mengular, Wagub Jatim Tegaskan Kelangkaan Bukan karena Kuota Habis

"Yang perlu dibatasi adalah jangan sampai hubungan ayah, ibu, dan anak justru tersita oleh gadget. Karena itu, perlu ada kegiatan dan komunitas yang menyediakan ruang berbagi bagi seluruh anggota keluarga," ujarnya.

Sementara itu, Direktur Keluarga Kita, Siti Nur Andini, menjelaskan Festival Keluarga Kita merupakan inisiatif organisasi nirlaba Keluarga Kita yang berfokus pada pendidikan keluarga.

Organisasi tersebut mengembangkan berbagai modul pembelajaran bagi orang tua serta memiliki program relawan bernama Rangkul (Relawan Keluarga Kita). Saat ini, jumlah relawan Rangkul telah melampaui 4.000 orang yang tersebar di sekitar 300 kabupaten dan kota di Indonesia.

Melalui festival ini, Keluarga Kita ingin mengampanyekan pentingnya orang tua terus belajar dalam menjalankan peran pengasuhan. Sebab, menjadi orang tua memiliki tantangan tersendiri sehingga membutuhkan pengetahuan dan dukungan lingkungan.

Festival tersebut dirancang sebagai ruang belajar yang menyenangkan dan dapat dinikmati seluruh anggota keluarga.

Baca juga: Lima Daerah Jatim Jadi Pilot Project Ekonomi Sirkular, Pemprov Dorong Sampah Tak Berakhir di TPA

Andini mengungkapkan, Festival Keluarga Kita telah dimulai sejak 2021 melalui penyelenggaraan daring akibat pandemi. Kegiatan secara langsung mulai digelar pada 2024 di Jakarta.

Pada 2026, penyelenggaraan festival diperluas ke sejumlah kota. Setelah berlangsung di Jakarta pada Juni dan Solo pada 31 Oktober, Surabaya menjadi kota berikutnya pada 7 November. Rangkaian kegiatan selanjutnya dijadwalkan berlangsung di Semarang pada 15 November.

Antusiasme masyarakat Surabaya juga dinilai sangat positif. Festival ini diikuti hampir 200 keluarga, termasuk peserta umum, perwakilan komunitas, serta sekolah yang selama ini menjadi mitra Keluarga Kita.

Andini, berharap festival tersebut semakin memperluas kesadaran masyarakat bahwa pendidikan keluarga merupakan proses berkelanjutan. Dengan keterlibatan orang tua, komunitas, dan pemerintah, lingkungan keluarga yang kuat diharapkan dapat menjadi fondasi bagi generasi masa depan. (pps)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru