MERAH PUTIH | Surabaya - Pandemi Covid-19 benar-benar berpengaruh tidak hanya terhadap kesehatan fisik, tetapi juga mental. Belakangan ini beredar di media sosial sebuah rekaman video seorang perempuan yang diduga depresi, tanpa mengenakan sehelai kain pun, mengamuk di daerah Kenjeran, Surabaya. Peristiwa itu sendiri terjadi pada tanggal 1 Juni 2020 siang.
Perempuan dalam video itu, diduga berprofesi sebagai seorang dokter yang mengalami tekanan mental karena meninggalnya sang suami yang juga seorang dokter, serta putranya akibat Covid-19.
Salah seorang pedagang di lokasi mengungkapkan, kejadian mengamuknya dokter perempuan itu terjadi pada tanggal 1 Juni 2020 lalu. Perempuan itu diketahui tanpa busana sejak dari keluar rumahnya di daerah Lebak. Setelah itu, dia mengamuk kepada setiap orang maupun pedagang yang bertatap muka dengannya di sepanjang jalan.
"Dia keluar gang menuju jalan besar. Di sana, dia malah ngamuk-ngamuk memukul orang-orang dan pedagang," ungkapnya, Kamis (18/6).
Saksi itu menambahkan, tidak hanya memukul, perempuan yang diduga dokter itu juga memporak-porandakan dagangan para penjaja makanan dan minuman. Bahkan, penjual pentol keliling pun tak luput dari amukannya.
Saksi melanjutkan, ketika itu tidak ada seorang pun yang berani menghentikan aksi nekat sang dokter perempuan. Pasalnya, orang-orang menganggap sang perempuan itu hilang akal. Apalagi, perempuan tanpa busana itu sudah berusia lanjut.
Tak lama kemudian, sambung saksi, keluarga sang perempuan tiba di lokasi kejadian dan membujuknya untuk pulang. Pihak keluarga pun bersedia mengganti semua kerugian yang diakibatkan sang perempuan, termasuk yang luka-luka. (knj/dtk/rga)
Editor : Rangga Putra