Ketan Punel Darmo Pindah Jualan via Online

harianmerahputih.id
JUALAN ONLINE: Meski jualan online namun Wahyu dan Rini Kusuma, istrinya tetap memajang dagangannya. Foto: Wahyu Darmawan for HMP.

MERAHPUTIH| SIDOARJO-Pandemi Covid-19 membuat semua lini kehidupan terpapar imbasnya. Mulai dari sektor ekonomi hingga transportasi. Tidak terkecuali sektor kuliner. Pelaku usaha kuliner mikro sangat merasakan dampak meluasnya penyebaran virus Corona.

Para pelaku usaha kuliner kecil yang biasanya bisa berjualan dan mengandalkan pendapatannya dari berdagang makanan sehari-harinya, kini kelimpungan. Banyak warung yang terpaksa harus tutup, dikarenakan mengikuti prosedur aturan dari pemerintah yang menetapan social distancing yaitu melarang orang berkumpul lebih dari 15. Padahal selama ini ada warung yang biasa dipakai sebagai tempat kongkow atau cangkruk.

Baca juga: Festival Soto Nusantara Siap Digelar, Kuliner Tradisional Angkat Pamor Surabaya

Alhasil terjadi kondisi, dimana tidak ada lagi pembeli yang datang. Otomatis tempat berjualan menjadi sepi dan omzet terjun bebas. Selain itu sepinya warung atau tempat jualan kuliner juga disebabkan orang enggan untuk keluar rumah karena ada larangan keluar rumah. Sehingga semakin sedikit pelanggan yang datang.

Seperti pengusaha kuliner Ketan Punel di Jl Darmo depan Taman bungkul, Surabaya. Wahyu Darmawan pemilik lapak Ketan Punel mengaku terpaksa menutup warungnya karena Jl Darmo diberlakukan social distancing.

"Beberapa waktu yang lalu kami masih sempat buka sebelum adanya penutupan jalan di Raya Darmo. Itupun sudah terasa sekali kalau pelanggan kami berkurang. Kedai kami tidak seperti biasanya yang ramai dikunjungi pembeli. Apalagi pas malam minggu," ungkap Wahyu Darmawan.

Lama kelamaan pembeli makin sedikit yang datang ke Kedai Ketan Punel. Apalagi ditambah adanya kebijakan penutupan dua jalan protokol di Surabaya, yakni Jalan Raya Darmo dan Jalan Tunjungan, membuat kedai yang ada di Jl Raya Darmo terpaksa tutup.
"Mau gimana lagi. Kita taat pada aturan yang diberlakukan. Imbasnya pegawai kita rumahkan karena kami tidak bisa buka warung," ungkap bapak 2 anak ini.

Wahyu kemudian putar otak agar tetap bisa berpenghasilan. Pria asal Kota Brem ini kemudian memilih untuk "memindahkan" tempat jualannya rumah di kawasan Sidoarjo. Melayani penjualan via online.

Baca juga: Khofifah Resmikan Me’nate Steak & Seafood, Tambah Referensi Kuliner Halal di Surabaya

"Istilahnya Ketan Punel WFH. Jualan dari rumah. Melayani pembelian dan order pembeli via online. Alhamdulillah respon dari pelanggan kami cukup baik," terang mantan jurnalis sebuah media cetak di Surabaya ini.

Upaya ini dilakukan oleh Wahyu yang sudah sekitar 6 tahun berjualan ketan punel ini semata-mata agar dapurnya tetap mengebul. Belum lagi tanggungjawabnya terhadap 9 pegawainya yang untuk sementara dirumahkan.

"Akhirnya saya dan istri sepakat untuk berjualan ketan dari rumah. Delivery order 24 jam nonstop. Ini terobosan yang kami lakukan, agar para pelanggan yang kangen ketan punel bisa beli kapanpun. Bisa pagi, siang bahkan malam sekalipun. Kalau di kedai kami baru buka sore hari. Sekarang kalau dari rumah, permintaan jam berapapun kami layani. Silakan anda di rumah, ketan punel yang akan mendatangi anda," seloroh Wahyu sambil berpromosi.


Rata-rata toping yang dipesan oleh para pembeli adalah toping yang selama ini menjadi best seller di kedai ketan punel. Yakni ketan bubuk kedelai, ketan durian dsn coklat keju. Namun ada juga pembeli yang order ketan serundeng pedas, ketan rainbow, ketan keju susu dan ketan alpukat.

Baca juga: Dawet Siwalan, Inovasi Segar dari Rembang yang Kian Diminati

"Sampai saat ini pembelian terbanyak via online mencapai 125 bungkus untuk satu pembeli. Ada juga yang pesan 40 bungkus, 20 bungkus. Ada juga yang hanya beli 5 bungkus. Bahkan ada pembeli yang ongkir driver online nya lebih mahal dari harga ketannya. Biasanya yang seperti itu adalah pelanggan setia kami," papar pria 46 tahun ini.

Wow, siapakah yang sampai memesan ketan punel 125 bungkus? "Yang memesan adalah salah satu pejabat tinggi Polri. Jenderal bintang dua yang saat ini dinas di Mabes Polri. Dulu pernah berdinas di Polda Jatim," imbuh Wahyu sedikit membocorkan status pelanggannya.
Ditambahkan suami dari Rini Kusuma ini, selain menyedian ketan, mereka juga menjual wedang uwuh atau yang biasa dikenal dengan istilah wedang rempah rempah.

Belakangan wedang ini sempat viral karena berkhasiat mampu menjaga imun tubuh.
"Wedang uwuh kami juga sedia. Minuman ini banyak juga yang order. Sempat juga viral karena disebut sebut bisa "melawan" corona," pungkas Wahyu (ono/red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru