Banjir di Tembagapura, PT Freeport: Tidak Ada Korban Jiwa di Lokasi

harianmerahputih.id
Jalan tambang Freeport yang menghubungkan Mile 72 hingga Mile 73 tergenang air dan material bebatuan saat hujan deras melanda kawasan Tembagapura, Sabtu (6/3). (ANTARA/Evarianus Sup

MERAHPUTIH|PAPUA-Tidak ada korban jiwa maupun kerusakan infrastruktur akibat luapan air banjir di kawasan Tembagapura.Pernyataan ini disampaikan Juru Bicara PT Freeport Indonesia merangkap Vice President Bidang Corporate Communications Riza Pratama.

Menurut Riza, curah hujan yang tinggi di kawasan Tembagapura sejak Sabtu (6/3) siang hingga petang menyebabkan akses jalan tambang dari Mile 72 hingga Mile 73 sempat ditutup sementara.

Baca juga: Kejari Gowa dan Kejati Sulsel Harus Profesional: Kasus Pemalsuan Identitas yang Dilaporkan Kong Ambri

"Memang curah hujan yang tinggi pada Sabtu (6/3) sore menyebabkan akses jalan di MP 72-73 sempat ditutup sementara. Material yang sempat menutupi akses jalan sudah dibersihkan dan sekarang kendaraan sudah bisa melintas," kata Riza saat dihubungi dari Timika, Minggu, seperti dilansir ANTARA.

Seorang karyawan PT Freeport menyebut akibat hujan deras pada Sabtu (6/3), akses jalan di antara Mile 72 hingga Mile 73 tidak bisa dilalui karena jalanan dipenuhi material bebatuan. Kondisi itu membuat pergantian kru tambang sempat terganggu.

Baca juga: Pelapor Kecewa, Terduga Pemalsu Identitas Ang Merry Tak Ditahan dengan Alasan Sakit

Kawasan Tembagapura dan sekitarnya selama ini dikenal sebagai wilayah dengan curah hujan tertinggi di Indonesia.

Kota Tambang Freeport yang berada di ketinggian 2.000-an meter di atas permukaan laut itu cukup rawan dilanda banjir dan longsor saat curah hujan tinggi lantaran diapit oleh beberapa sungai dengan kondisi topografis bergunung-gunung terjal.

Baca juga: Perkuat Sinergi dengan Media, Bandara Internasional Pattimura Ambon Gelar Media Gathering 2025

Pada Agustus 2017, banjir bandang menerjang Kota Tembagapura mengakibatkan sejumlah fasilitas milik PT Freeport mengalami kerusakan berat seperti jalan, jembatan, jaringan listrik, barak karyawan, termasuk RS Tembagapura yang dikelola Internasional SOS.(red)

Editor : Eko Yudiono

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru