Karhutla di Taman Nasional Bromo Tengger Semeru Tidak Berdampak pada Upacara Adat Tengger


Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono

MERAHPUTIH I SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, menyatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda Kawasan Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) sejak Rabu (19/6) tidak mengganggu pelaksanaan upacara adat masyarakat Tengger. Upacara Yadnya Kasada yang rencananya akan digelar pada Jumat hingga Sabtu tetap berlangsung tanpa hambatan.

Adhy menegaskan bahwa lokasi kebakaran tidak berdekatan dengan tempat pelaksanaan upacara di Sukapura. "Beberapa titik memang ada (api). Tapi wilayahnya beda, upacara di Sukapura, tapi ini (karhutla) berbeda, bukan yang dekat dengan Gunung Bromo," tuturnya di Surabaya, Jumat (21/6).

Gubernur Adhy merencanakan untuk melakukan pemantauan dari udara terhadap kondisi kebakaran di TBTS dengan helikopter. "Siang ini saya akan melihat dari atas. Teman-teman BPBD sudah di sana, kalau nanti bisa dipadamkan dengan manual ya secepatnya, kalau tidak, seperti waktu-waktu sebelumnya kita akan meminta bantuan untuk water bombing (pemadaman lewat udara)," ujarnya.

Lokasi kebakaran hutan dan lahan bertepatan di kawasan sekitar Puncak Lempitan, dengan posisi di sebelah timur selatan Puncak Lamen, Resort PTN Wilayah Gunung Penanjakan di wilayah Kabupaten Pasuruan. (red)