Pemprov Jatim Berkomitmen Benahi Transportasi Umum, Targetkan Sejajar dengan Jakarta

Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono memberikan keterangan kepada wartawan usai  acara Official Handover Ceremony of The Sustainable Urban Mobility Plan For Surabaya Metropolitan Area yang berlangsung di Grahadi, Senin (15/7/2024).
Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono memberikan keterangan kepada wartawan usai acara Official Handover Ceremony of The Sustainable Urban Mobility Plan For Surabaya Metropolitan Area yang berlangsung di Grahadi, Senin (15/7/2024).

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mulai mengambil langkah serius dalam membenahi moda transportasi umum agar dapat bersaing dengan fasilitas transportasi yang ada di Jakarta. Pejabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, mengumumkan keberlanjutan proyek peningkatan transportasi di Jawa Timur dalam upaya meratakan pembangunan.

"Jawa Timur sebenarnya sangat tertinggal dibandingkan dengan DKI Jakarta yang memiliki fasilitas transportasi yang menyeluruh," ungkap Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono dalam pidatonya di acara Official Handover Ceremony of The Sustainable Urban Mobility Plan For Surabaya Metropolitan Area yang berlangsung di Grahadi, Senin (15/7/2024).

Adhy menegaskan bahwa Pemprov Jatim ingin menjadikan Kota Surabaya sebagai pusat transformasi kota metropolitan di Jawa Timur. Rencana ini mencakup pengadaan transportasi baru seperti MRT dan KRL yang diharapkan dapat segera terealisasi.

"Seperti halnya dengan Jalur Lintas Selatan (JLS) yang menjadi proyek transportasi darat yang digencarkan oleh Pemprov Jatim, upaya ini diharapkan dapat memperluas akses ekonomi dan meningkatkan nilai wisata di daerah JLS," jelas Adhy.

Adhy juga menyoroti respon positif masyarakat terhadap JLS yang telah berhasil meningkatkan pendapatan warga sekitar serta memunculkan destinasi wisata baru di Jawa Timur. Hal ini menjadikan rencana pengembangan transportasi di Jatim sangat menarik bagi para investor.

"Diperkirakan proyek pembangunan transportasi jalur darat seperti KRL atau MRT dan lainnya yang menghubungkan antar kota di Jatim akan dimulai tahun depan (2025)," tambah Adhy.

Adhy menambahkan bahwa jika rencana tersebut berjalan sesuai jadwal, Jawa Timur akan memiliki sistem transportasi yang menyeluruh pada tahun 2029. Mengingat besarnya dana yang dibutuhkan dalam skala anggaran provinsi, proyek ini akan diambil alih oleh Pemerintah Pusat.

Langkah serius yang diambil oleh Pemprov Jatim ini diharapkan dapat mengurangi ketertinggalan Jawa Timur dalam hal transportasi umum dan menjadikan Surabaya serta kota-kota lain di Jawa Timur sebagai contoh sukses transformasi kota metropolitan yang modern dan efisien. (red) 

Editor : prass prasetyo