Pemerintah Naikkan Harga Eceran Tertinggi Minyakita

Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita dari Rp 14.000 per liter menjadi Rp 15.700 per liter.
Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita dari Rp 14.000 per liter menjadi Rp 15.700 per liter.

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah melalui Kementerian Perdagangan (Kemendag) resmi menaikkan Harga Eceran Tertinggi (HET) Minyakita dari Rp 14.000 per liter menjadi Rp 15.700 per liter. Hal tersebut disampaikan oleh Menteri Perdagangan, Zulkifli Hasan, usai menghadiri kegiatan Sosialisasi Kecintaan Produk Dalam Negeri di SMA Muhammadiyah 2 Surabaya, Kamis (25/7).

"Kita sudah melakukan penyesuaian harga Minyakita jadi Rp 15.700. Dan ini sudah jalan," ujar Zulkifli Hasan sambil berlalu ketika ditanya mengenai banyaknya penjual di pasar Surabaya yang menjual di atas HET.

Sebelumnya, HET Minyakita diusulkan naik menjadi Rp 15.500 per liter dari harga sebelumnya Rp 14.000 per liter, atau naik sebesar Rp 1.500. Namun, dengan pertimbangan nilai tukar rupiah yang terus melemah terhadap dolar Amerika Serikat (AS), HET Minyakita akhirnya ditetapkan naik Rp 1.700 menjadi Rp 15.700 per liter.

Berdasarkan Sistem Informasi Ketersediaan dan Perkembangan Harga Bahan Pokok (Siskaperbapo) Jawa Timur, harga rata-rata Minyakita di Jawa Timur pada Kamis (25/7) tercatat sebesar Rp 15.382 per liter. Harga rata-rata tertinggi berada di Kota Blitar dengan Rp 16.500 per liter, sedangkan harga rata-rata terendah tercatat di Kota Probolinggo dan Kota Surabaya dengan Rp 14.000 per liter.

Di sejumlah pasar di Surabaya, harga Minyakita masih dijual Rp 14.000 per liter, sementara di luar kota Surabaya, harga sudah mencapai Rp 16.000 per liter. Beberapa daerah di Jawa Timur, seperti Kediri, mengaku kesulitan mendapatkan pasokan Minyakita sejak satu bulan yang lalu.

Namun, Mus Permadani, seorang pedagang kelontong di Sidoarjo, mengaku bahwa pasokan Minyakita masih dapat ditemukan dengan mudah. "Kalau saya jual Rp 16.000 per liter, tapi kalau beli satu dus saya beri harga Rp 15.500 per liternya, isi 12 pieces," katanya. (red)

Editor : prass prasetyo