Jatim-DKI Jakarta Perkuat Sinergi: Adhy Karyono dan Teguh Setyabudi Teken Adendum Kesepakatan
MERAHPUTIH I SURABAYA - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur Adhy Karyono dan Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menandatangani Adendum Kesepakatan Bersama antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (31/1). Kesepakatan ini bertujuan memperkuat kerja sama lintas daerah di berbagai sektor strategis.
Adhy Karyono menegaskan bahwa kerja sama ini merupakan langkah nyata dalam memperkuat sinergi antarprovinsi, khususnya dalam bidang ketahanan pangan dan pengendalian inflasi. "Kerja sama ini sangat penting karena keterpaduan antar daerah menjadi kunci dalam mengendalikan inflasi serta memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakat," ungkap Adhy.
Kerja sama antara Jawa Timur dan DKI Jakarta telah berlangsung sejak 3 Juni 2021 dan akan berakhir pada 3 Juni 2026. Dalam adendum terbaru ini, cakupan kerja sama diperluas meliputi bidang pangan, pengembangan pertanian dan peternakan, perdagangan, investasi, pariwisata, ekonomi kreatif, sumber daya manusia, serta koperasi dan UMKM.
Sebagai lumbung pangan nasional, Jawa Timur memiliki berbagai keunggulan, termasuk produksi padi yang mencapai 9,23 juta ton gabah kering giling (GKG) pada 2024, setara dengan 5,32 juta ton beras. "Kontribusi ini mencapai 17,52 persen terhadap produksi padi nasional," jelas Adhy.
Selain sektor pertanian, Jawa Timur juga menjadi pusat peternakan nasional dengan populasi sapi terbesar di Indonesia. Adhy menekankan bahwa pemerintah terus berupaya menekan penyebaran wabah seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) melalui program vaksinasi. "Saat ini vaksinasi PMK telah mencapai 14,7 juta dosis atau 95 persen dari target 15,4 juta dosis," katanya.
Pemerintah Provinsi Jawa Timur juga meluncurkan program korporasi petani untuk meningkatkan daya tawar petani dan mengurangi ketergantungan pada tengkulak. "Program ini tidak hanya meningkatkan kesejahteraan petani, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan dan menekan inflasi pangan," tambahnya.
Sementara itu, Pj Gubernur DKI Jakarta Teguh Setyabudi menyambut baik kerja sama ini dan menegaskan bahwa DKI Jakarta membutuhkan suplai pangan yang stabil. "Ketahanan pangan adalah prioritas utama sesuai arahan Presiden Prabowo. Jakarta sangat membutuhkan kerja sama ini untuk memastikan suplai tetap terjaga dan harga tetap stabil," ungkap Teguh.
Kerja sama ini juga melibatkan sektor bisnis, termasuk PT Food Station Tjipinang Jaya (BUMD Jakarta) yang bermitra dengan UD Sahabat Tani, Kontak Tani Nelayan Andalan Jawa Timur, serta BUMD Jatim Graha Utama (JGU). Adhy optimistis sinergi ini akan semakin menguat di masa mendatang. "Kami yakin kerja sama ini tidak hanya menguntungkan kedua daerah, tetapi juga membawa manfaat lebih luas bagi masyarakat," pungkasnya. (red)
Editor : prass prasetyo
Harian Merah Putih