Khofifah Diusulkan Jadi Caketum PPP, Begini Respons Gubernur Jawa Timur
MERAHPUTIH I SURABAYA — Nama Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mencuat sebagai salah satu figur yang dinilai layak memimpin Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Usulan tersebut datang dari salah seorang tokoh senior DPW PPP Jawa Timur, Mujahid Ansori, yang menyebut bahwa Khofifah memiliki rekam jejak kuat baik secara struktural maupun kultural di lingkungan Nahdlatul Ulama (NU) dan pernah menjadi kader PPP.
“Pertimbangannya, beliau adalah tokoh nasional, Ketua PBNU, dan juga Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU. Selain itu, beliau juga memiliki latar belakang sebagai kader dan pengurus PPP. Ini menjadikannya figur yang sangat layak dipertimbangkan,” kata Mujahid di Surabaya, Jumat (16/5/2025).
Mujahid menegaskan bahwa pernyataannya bersifat pribadi dan belum mewakili sikap resmi DPW PPP Jawa Timur. “Keputusan resmi akan dibahas dalam forum DPW bersama DPC se-Jatim. Insya Allah akhir Mei kami akan rapatkan untuk menyampaikan sikap menjelang muktamar,” ujarnya.
Muktamar PPP dijadwalkan berlangsung akhir Agustus 2025. Dalam forum tertinggi partai tersebut akan diputuskan arah baru kepemimpinan nasional PPP, menyusul dinamika internal yang berkembang setelah Pemilu 2024.
Menanggapi usulan tersebut, Khofifah Indar Parawansa menyampaikan apresiasi, namun menyatakan bahwa dirinya belum memiliki niat untuk memimpin partai politik, termasuk PPP.
“Dengan segala hormat, masih banyak kader-kader yang punya kapasitas dan kesempatan untuk bisa memimpin PPP ke depan. Saya ini Ketua Umum Dewan Pembina Muslimat NU, tidak diperkenankan untuk memimpin partai,” ujar Khofifah saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Jumat (16/5/2025).
Khofifah menambahkan, PPP sebagai partai berbasis Islam memiliki banyak tokoh potensial, baik dari dalam maupun luar struktur kepartaian. “Saya rasa akan banyak tokoh hebat yang bisa membawa PPP lebih maju,” tambahnya.
Sementara itu, dari tingkat pusat, sejumlah nama juga mulai dibahas sebagai kandidat calon Ketua Umum PPP. Ketua Majelis Pertimbangan DPP PPP, Muhammad Romahurmuziy (Rommy), menyebut setidaknya sudah ada delapan nama yang mengemuka.
“Dari internal ada tiga: Sandiaga Uno, Arwani Thomafi, dan Gus Yasin. Dari eksternal ada lima nama, antara lain Gus Ipul, Jenderal (Purn) Dudung Abdurachman, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman, Marzuki Alie, dan Agus Suparmanto,” kata Rommy, Rabu (14/5/2025).
Rommy mengatakan bahwa muktamar kali ini diharapkan menjadi momentum penyegaran dan penguatan kembali posisi PPP dalam lanskap politik nasional. “Saya mendorong sebanyak mungkin calon yang muncul dari berbagai kalangan. Ini penting agar regenerasi berjalan sehat dan terbuka,” ujarnya.
PPP yang saat ini berupaya memperkuat eksistensinya pasca-Pemilu 2024 menghadapi tantangan internal yang tak ringan. Isu kepemimpinan dan arah ideologis partai menjadi dua topik sentral dalam diskursus menjelang muktamar.
Dalam konteks itu, munculnya nama-nama tokoh nasional seperti Khofifah dan sejumlah mantan pejabat tinggi dinilai sebagai bentuk harapan terhadap figur yang mampu membawa stabilitas dan pembaruan bagi partai berlambang Ka'bah tersebut.
Namun demikian, dinamika pencalonan ketua umum masih akan terus bergulir. Semua pihak di tubuh PPP diharapkan dapat menjaga suasana yang demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi semangat kebersamaan yang menjadi bagian dari jati diri partai. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih