Semangat Muda di Pasir Panas Porprov Jatim 2025: Voli Pantai Jadi Ajang Pembuktian

Sebanyak 13 kabupaten-kota se-Jawa Timur mengirimkan kontingen atlet voli pantai di Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur
Sebanyak 13 kabupaten-kota se-Jawa Timur mengirimkan kontingen atlet voli pantai di Pekan Olah Raga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur

MERAHPUTIH I MALANG – Sinar matahari belum terlalu terik ketika derap langkah para atlet muda mulai menginjak pasir lapangan voli pantai di Malang Raya. Sorak sorai belum terdengar, tapi semangat sudah terasa sejak Minggu pagi, 22 Juni 2025. Sebanyak 13 kabupaten/kota dari berbagai penjuru Jawa Timur mengirimkan para jagoannya untuk berlaga di ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur 2025.

Sekitar 100 atlet putra dan putri tampak hadir, membawa nama besar daerah masing-masing: dari Surabaya hingga Sumenep, dari Banyuwangi hingga Bojonegoro. Mereka bukan hanya datang untuk menang, tapi juga untuk belajar, beradaptasi, dan membuktikan bahwa usia muda bukan halangan untuk berprestasi.

“Pesertanya rata-rata pelajar SMA. Ini sejalan dengan tujuan Porprov sebagai ajang pembibitan atlet muda,” ujar Bambang Eko Suhartawan, Technical Delegate voli pantai, yang akrab disapa Wawan, saat ditemui usai technical meeting, Minggu (22/6/2025).

Ajang ini bukan sekadar turnamen biasa. Format pertandingan yang digunakan pun terbaru, menyesuaikan regulasi terkini. Ada tiga nomor yang dipertandingkan 2x2, 4x4, dan beregu untuk kategori putra dan putri. Artinya, enam medali emas diperebutkan dalam cabor yang satu ini.

“Hari pertama, Senin 23 Juni, langsung masuk ke babak penyisihan pool. Hari Minggu ini kita fokus di preliminary inquiry dan pengundian grup,” kata Wawan.

Technical meeting sendiri digelar di Aula Polres Malang, Jalan A. Yani No. 1, Kepanjen. Hadir dalam pertemuan ini perwakilan ofisial dari 13 daerah, termasuk Sekretaris Umum PBVSI Kabupaten Malang, Dartak, yang menyampaikan pentingnya kolaborasi dan sportivitas.

Di lapangan, para atlet muda tampak penuh semangat. Sebagian dari mereka baru pertama kali mencicipi atmosfer turnamen provinsi, namun tidak sedikit pula yang telah membawa pengalaman dari ajang-ajang regional sebelumnya.

“Yang paling seru itu nomor 4x4, karena membutuhkan strategi tim yang matang. Selain stamina, kekompakan juga diuji,” ujar salah satu pelatih dari tim Lamongan.

Dengan pasir sebagai medan tempur, angin sebagai tantangan tak terduga, dan semangat muda yang terus menyala, cabor voli pantai di Porprov Jatim 2025 menjadi simbol bahwa pembinaan olahraga tak melulu soal menang-kalah. Ini tentang proses tumbuh bersama, tentang kerja keras, dan tentu saja tentang membangun masa depan olahraga Jawa Timur. (RED)

Editor : Redaksi