Langkah Strategis Presiden Prabowo: Indonesia Resmi Gabung BRICS
MERAHPUTIH I RIO DE JANEIRO - Minggu pagi yang cerah di Rio de Janeiro, Brasil, menjadi saksi hadirnya satu babak baru dalam sejarah diplomasi Indonesia. Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto, untuk pertama kalinya duduk di antara para pemimpin negara anggota BRICS dalam Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) BRICS 2025. Momen ini bukan sekadar kunjungan kenegaraan, tetapi tonggak penting: Indonesia resmi menjadi anggota penuh BRICS.
Langkah ini menandai terobosan besar dalam kebijakan luar negeri Indonesia, dan tak lepas dari inisiatif langsung Presiden Prabowo di tahun pertamanya menjabat.
“Keanggotaan Indonesia di BRICS adalah inisiasi Presiden Prabowo yang disambut hangat oleh seluruh anggota. Prosesnya cepat dan penuh semangat. Indonesia kini menjadi anggota ke-11 BRICS,” ungkap Sekretaris Kabinet, Teddy Indra Wijaya, dalam pernyataan tertulis.
Kini, bersama Brasil, Rusia, India, Tiongkok, Afrika Selatan, serta anggota baru seperti Arab Saudi, Mesir, Uni Emirat Arab, Etiopia, dan Iran, Indonesia berada dalam kelompok ekonomi dan geopolitik yang mewakili setengah populasi dunia dan lebih dari sepertiga GDP global.
Di panggung global ini, Presiden Prabowo menegaskan posisi Indonesia: sebagai mitra strategis, pembangun jembatan, dan penggerak perdamaian.
“Presiden memandang BRICS sebagai wadah penting untuk memperkuat posisi Indonesia di dunia. Beliau menekankan kerja sama global sebagai kunci stabilitas dan kemakmuran bersama,” kata Teddy.
Lebih jauh, nilai-nilai yang telah lama dipegang Presiden Prabowo pun bergema di forum internasional itu. Sebuah prinsip sederhana namun kuat: membangun persahabatan seluas-luasnya, bukan permusuhan.
“Seribu kawan terlalu sedikit, satu lawan terlalu banyak,” ujar Teddy mengutip keyakinan Presiden.
Keikutsertaan Indonesia dalam BRICS tak hanya menjadi lompatan diplomatik, tetapi juga mencerminkan arah baru politik luar negeri Indonesia lebih aktif, lebih terbuka, dan lebih strategis dalam menjawab dinamika global. (red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih