Mimpi dari Timur: Anak-anak Papua Menjemput Masa Depan di Tanah Jawa

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Aries Agung Paewai saat menyambut kedatangan 145 siswa-siswi baru Program ADEM Tahun 2025 asal Papua dalam acara serah terima Siswa Program ADEM Wilayah Papua di Hot
Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa bersama Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Aries Agung Paewai saat menyambut kedatangan 145 siswa-siswi baru Program ADEM Tahun 2025 asal Papua dalam acara serah terima Siswa Program ADEM Wilayah Papua di Hot

MERAHPUTIH I MALANG – Mereka datang dari pegunungan Wamena, pesisir Merauke, hingga kota kecil Nabire. Jauh dari rumah, 145 pelajar asal Papua tiba di Jawa Timur, membawa harapan orang tua dan cita-cita yang tak terbatas. Hari itu, bukan sekadar serah terima siswa Program Afirmasi Pendidikan Menengah (ADEM). Hari itu adalah lembaran baru bagi generasi muda Papua.

Suasana hangat menyelimuti ruang pertemuan Hotel Aria Gajayana, Kota Malang, saat Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, menyambut kedatangan mereka. Dengan senyum keibuan dan suara penuh semangat, ia menyapa mereka bukan sebagai pejabat, melainkan sebagai mamak—ibu yang akan menemani langkah mereka di tanah rantau ini.

“Selamat datang anak-anakku. Kalian luar biasa. Jangan pernah lelah belajar dan bermimpi seperti kakak-kakak kalian yang kini telah menembus kampus-kampus terbaik Indonesia,” ucap Khofifah, disambut sorak sorai dan tatapan haru dari para siswa.

Dari 206 alumni ADEM tahun ajaran 2024–2025, sebanyak 105 siswa berhasil lolos seleksi Perguruan Tinggi Negeri melalui jalur SNBP dan SNBT. Bukan sekadar angka, ini adalah kisah tentang ketekunan, pembinaan yang konsisten, dan pertemuan dua budaya—Papua dan Jawa—dalam satu semangat: pendidikan.

“Ini bukan hanya prestasi mereka, tetapi juga para guru, kepala sekolah, dan semua pihak yang mendampingi dengan cinta dan ketekunan,” kata Gubernur Khofifah.

Dalam momen penuh makna itu, para siswa diajak menyanyikan Lagu Tanah Papua dan Bendera sembari mengibarkan Merah Putih. Simbol kuat tentang kebanggaan dan persatuan. “Kita kibarkan Merah Putih hingga ke puncak pegunungan Papua, menyambut HUT Kemerdekaan RI,” ajak Khofifah.

Khofifah tak lupa menyebut nama-nama besar dari tanah Papua yang kini menjadi panutan: Natalius Pigai, Dr. Ribka Haluk, hingga Prof. Yohana Yembise. Mereka membuktikan bahwa pendidikan bisa menembus batas, membawa anak Papua ke ruang-ruang pengambilan keputusan bangsa.

"Anak-anakku, gantungkan cita-citamu setinggi langit. Jika engkau jatuh, engkau akan jatuh di antara bintang-bintang,” pesannya dengan penuh haru.

Kepala Dinas Pendidikan Prov. Jatim Aries Agung Paewai melaporkan, maksud dari acara serah terima program Adem ini yakni upaya pemerintah dalam pemerataan kualitas pendidikan khususnya bagi anak anak papua dan papua barat terbaik serta daerah 3T (terdepan, terluar dan tertinggal).

Tujuannya lanjut Aries adalah pemerataan kualitas pendidikan, memupuk mental dan karakter sumber daya unggul generasi asal Papua serta akulturasi keragaman budaya antar papua dengan Jawa dan Bali.

Aries menambahkan, sebelum kegiatan serah terima siswa dilaksanakan para siswa terlebih dahulu mengikuti wawasan kebangsaan dan pembinaan karakter di Rindam Brawijaya Malang selama empat hari sejak tanggal 7 - 11 Juli 2025.

Selanjutnya, siswa mengikuti proses serah terima dari Pemprov Jatim kepada pihak sekolah selama dua hari yakni tanggal 11 - 12 Juli 2025.

"Allhamdulillah prestasi 105 ADEM lolos SNBP dan SNBT Tahun 2025. Mari kita jaga komitmen dan semangat agar ADEM tidak hanya menjadi program serah terima siswa namun juga gerbang bagi masa depan yang lebih cerah bagi anak anak papua," sebutnya.

Sementara itu, Subkoordinator Beasiswa Puslapdik Kemendikbudristek, Erwin Sahala Pangaloan, menyebut program ini sebagai komitmen nyata untuk mengakselerasi keadilan pendidikan. “Serap ilmu dan pengalaman sebanyak-banyaknya. Pendidikan adalah kunci membuka pintu masa depan,” pesannya.

Dari tujuh daerah di Papua, anak-anak ini datang dengan semangat yang sama: ingin belajar, ingin maju, dan ingin membanggakan keluarga serta tanah kelahirannya. Kini mereka menjadi bagian dari Jawa Timur, dan Jawa Timur menjadi bagian dari mimpi-mimpi mereka.

Sebagai penutup acara, Gubernur Khofifah bersama Kadindik Jatim menyerahkan penghargaan kepada siswa berprestasi—bukan hanya yang unggul di akademik, tetapi juga yang cemerlang di bidang non-akademik.

Dan di bawah kibaran Merah Putih, suara lantang anak-anak Papua menggema: “Kami siap belajar, kami siap bermimpi, kami siap untuk masa depan!” (dpr)

Editor : Redaksi