NasDem Copot Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach dari DPR, PAW Jadi Jalan Pengganti

MERAHPUTIH I JAKARTA – Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai NasDem mengambil langkah politik yang mengejutkan dengan menonaktifkan dua kadernya yang saat ini duduk di kursi Senayan. Ahmad Sahroni, anggota Komisi I DPR RI, serta Nafa Urbach, anggota Komisi IX, resmi diberhentikan dari tugasnya sebagai legislator NasDem mulai Senin, 1 September 2025.

Keputusan itu diumumkan secara resmi lewat surat yang diteken langsung oleh Ketua Umum Partai NasDem Surya Paloh. Dalam keterangan pers yang digelar Minggu (31/8), Sekretaris Jenderal NasDem Hermawi Taslim menegaskan bahwa keputusan ini tidak diambil secara serampangan.

“Dengan ini DPP Partai NasDem menyatakan terhitung sejak hari Senin, 1 September 2025, menonaktifkan saudara Ahmad Sahroni dan Nafa Urbach sebagai Anggota DPR RI dari Fraksi Partai NasDem,” kata Hermawi.

Menurut Hermawi, langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab politik partai dalam menjaga marwah organisasi sekaligus mempertahankan kepercayaan publik. Ia menegaskan bahwa aspirasi rakyat harus menjadi kompas utama bagi setiap kebijakan NasDem.

“Mencermati dinamika masyarakat yang sedang berkembang saat ini, Ketua Umum DPP Partai NasDem H. Surya Paloh dengan ini menegaskan bahwa aspirasi masyarakat harus tetap menjadi acuan utama dalam perjuangan Partai NasDem,” tambahnya.

Keputusan ini otomatis membuka jalan mekanisme Pergantian Antar Waktu (PAW) sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. PAW berlaku bagi anggota dewan yang meninggal, mengundurkan diri, atau dinonaktifkan, dengan kursi kosong diisi oleh caleg peraih suara terbanyak berikutnya di daerah pemilihan (dapil) yang sama.

Ahmad Sahroni sendiri berasal dari Dapil DKI Jakarta III (Jakarta Utara, Jakarta Barat, dan Kepulauan Seribu). Pada Pemilu 2024 lalu, selain Sahroni, terdapat tujuh caleg NasDem lainnya yang bertarung dari dapil yang sama. Di antaranya Surya Tjandra (5.742 suara), Tandjung Lily Indrawati (4.628 suara), Ilal Ferhard (2.284 suara), Yusriah Dzinnun (21.238 suara), Nazamuddin Umar (1.424 suara), Millie Lukito (885 suara), serta Robi Nurhadi (1.499 suara).

Dengan perolehan suara terbesar kedua setelah Sahroni, nama Yusriah Dzinnun disebut-sebut paling berpotensi menggantikan posisi “Crazy Rich Tanjung Priok” itu di parlemen.

Sementara itu, nasib kursi Nafa Urbach di Komisi IX DPR juga diprediksi bakal menjadi sorotan. Mekanisme PAW akan menentukan siapa caleg NasDem berikutnya di dapil tempat artis peran tersebut maju.

Langkah tegas NasDem terhadap Sahroni tak lepas dari polemik yang melibatkan dirinya. Politikus flamboyan itu sempat melontarkan pernyataan keras dengan menyebut kelompok masyarakat yang ingin membubarkan DPR sebagai “paling tolol sedunia”.

Ucapan ini memantik gelombang kemarahan publik. Ketegangan bahkan berujung pada insiden penjarahan di rumah Sahroni di kawasan Swasembada, Tanjung Priok, oleh massa yang geram dengan sikapnya.

Situasi tersebut dinilai membuat posisi politik Sahroni makin sulit dipertahankan. Bagi NasDem, menjaga citra partai di tengah turbulensi sosial jelas lebih penting ketimbang melindungi satu dua kader yang dianggap kontroversial. (red)

 

Editor : Redaksi