Pasar Murah Kembali Digelar, Pemprov Jatim Ringankan Beban Warga Bulak Banteng
MERAHPUTIH I SURABAYA - Upaya Pemerintah Provinsi Jawa Timur dalam menjaga daya beli masyarakat terus berlanjut. Melalui program Sapa Bansos, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa kembali turun langsung menyalurkan bantuan sosial berupa pasar murah di kawasan Bulak Banteng, Surabaya, Rabu (3/9).
Kegiatan yang digelar di pemukiman padat penduduk tersebut tercatat sebagai titik ke-36 dari rangkaian pasar murah keliling yang digagas Pemprov Jatim. Antusiasme warga begitu tinggi, terlihat dari panjangnya antrean masyarakat yang ingin mendapatkan bahan pokok dengan harga di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET).
“Kalau beras medium HET-nya Rp12.500 per kilogram, kita jual Rp11.000. Gula dari Rp17.500 jadi Rp14.000. Minyak goreng dari Rp16.000 turun jadi Rp13.000, dan telur dari Rp27.000 bisa dibeli Rp22.000 per kilogram,” jelas Khofifah di hadapan warga.
Menurutnya, langkah ini merupakan strategi Pemprov untuk memastikan kelompok masyarakat bawah tetap bisa mengakses kebutuhan pokok meskipun harga di pasaran cenderung fluktuatif.
Khofifah menegaskan bahwa lokasi penyelenggaraan pasar murah tidak ditempatkan di sekitar pasar tradisional atau modern. Hal itu dilakukan untuk menghindari benturan harga dengan pedagang, sekaligus agar kegiatan ini bisa menjangkau warga yang tinggal di perkampungan atau wilayah yang distribusi bahan pokoknya belum merata.
“Distribusi bahan pokok ini masih belum sepenuhnya lancar, jadi pemerintah harus hadir. Dengan cara ini, kita bisa masuk langsung ke titik-titik yang sulit dijangkau pasar umum,” ujarnya.
Program pasar murah sendiri digelar rutin hampir setiap hari, berpindah dari satu RW ke RW lain. Selain mempermudah akses masyarakat terhadap kebutuhan pokok, program ini juga menjadi salah satu instrumen pengendalian inflasi daerah.
Khofifah menambahkan, Pemprov Jatim menjamin ketersediaan stok bahan pokok di gudang Bulog maupun mitra distribusi dalam kondisi aman. Kendati demikian, ia mengakui persoalan yang muncul lebih banyak terkait distribusi.
“Pada dasarnya stok kita cukup. Yang perlu diperbaiki adalah alur distribusinya. Dengan pasar murah seperti ini, kita bisa memastikan masyarakat langsung menerima manfaat tanpa harus terbebani harga tinggi di pasar,” tandasnya.
Kehadiran pasar murah di Bulak Banteng disambut positif oleh warga. Banyak di antara mereka merasa terbantu karena bisa membeli kebutuhan sehari-hari dengan harga yang lebih terjangkau.
Dengan pasar murah keliling yang terus digelar, Pemprov Jatim berharap masyarakat tetap bisa memenuhi kebutuhan pokok tanpa khawatir dengan lonjakan harga, sekaligus menjaga stabilitas ekonomi daerah.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih