Kapolri Ajak Komunitas Ojol Jogo Jawa Timur, Sinergi Polri dan Roda Ekonomi Kerakyatan
MERAHPUTIH I MALANG – Lantunan semangat dan deru ribuan motor ojek online menggema di Stadion Gajayana, Kota Malang, Jumat (31/10). Di bawah langit cerah Jawa Timur, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berdiri di tengah lautan jaket hijau dan biru, memimpin langsung Apel Besar Ojol Kamtibmas Jogo Jawa Timur, sebuah simbol kuat kolaborasi antara aparat keamanan dan penggerak roda ekonomi rakyat.
“Alhamdulillah, kita baru saja melaksanakan Apel Ojol Kamtibmas bersama teman-teman Polda Jatim dan seluruh komunitas ojol. Ini bukti bahwa keamanan dan ekonomi bisa tumbuh bersama,” ujar Kapolri membuka pidatonya dengan senyum hangat.
Dalam pandangan Kapolri, keberadaan pengemudi ojek online bukan sekadar profesi transportasi harian, melainkan bagian penting dari denyut nadi ekonomi nasional. Mereka adalah jembatan antara pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) dan konsumen yang tersebar di berbagai penjuru kota.
“Ojol punya peran strategis dalam pertumbuhan ekonomi nasional. Mereka menghubungkan produk UMKM dengan masyarakat, menjangkau yang jauh menjadi dekat,” tegas Jenderal Sigit.
Namun, peran para pengemudi ojol tak berhenti di situ. Di balik helm dan jaket khas mereka, tersimpan potensi besar sebagai ‘mata dan telinga’ keamanan jalanan. Dengan rutinitas mereka yang setiap hari menyusuri gang dan jalan raya, para pengemudi ojol dapat menjadi mitra aktif kepolisian dalam menjaga ketertiban dan keselamatan publik.
“Kalau rekan-rekan melihat ada hal yang mencurigakan atau potensi gangguan keamanan, segera laporkan. Respons cepat bisa menyelamatkan banyak orang,” pesan Kapolri penuh keyakinan.
Tidak hanya menggelorakan semangat sinergi, Kapolri juga membawa kabar baik: pengembangan fasilitas baru bagi komunitas ojol. Di antaranya adalah pembangunan gerai dan bengkel yang bisa dimanfaatkan untuk servis kendaraan maupun tempat berkumpul antaranggota komunitas.
“Pembangunan fasilitas ini bukan hanya soal infrastruktur, tapi simbol kebersamaan. Saya minta seluruh jajaran di Jawa Timur mendukung agar kemitraan ini terus berkembang,” ujar Kapolri.
Langkah tersebut disambut antusias oleh ribuan pengemudi yang hadir. Mereka melihat program ini bukan sekadar bantuan, melainkan bentuk nyata perhatian Polri terhadap kesejahteraan dan keselamatan komunitas ojol di lapangan.
Menutup apel, Kapolri menyerukan semangat “Jogo Jatim, Jogo Indonesia” sebagai panggilan moral bagi seluruh peserta apel. Ia menegaskan bahwa keamanan dan ekonomi tidak bisa berjalan sendiri, keduanya harus saling menopang seperti roda yang berputar di jalanan.
“Terima kasih untuk seluruh rekan-rekan ojol yang hadir. Mari terus kita rawat sinergitas ini demi keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya.
Dari Stadion Gajayana, gema “Jogo Jatim” mengalun hingga pelosok kota, menjadi penanda bahwa keamanan bukan hanya tugas aparat, tetapi juga tanggung jawab bersama, terutama mereka yang setiap hari berjuang di atas dua roda untuk menghidupkan ekonomi rakyat.(red)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih