Pemprov Jatim Gelontorkan Rp46,8 Miliar untuk Perbaikan 51 Sekolah di Jombang, Nganjuk, dan Blitar
MERAHPUTIH I JOMBANG - Pemerintah Provinsi Jawa Timur mengalokasikan anggaran sebesar Rp46,8 miliar untuk merehabilitasi dan merevitalisasi sarana dan prasarana di 51 sekolah tingkat SMA, SMK, dan SLB, baik negeri maupun swasta.
Puluhan sekolah tersebut tersebar di tiga kabupaten, yakni Jombang, Nganjuk, dan Blitar. Rinciannya, Kabupaten Jombang mendapatkan alokasi Rp13,9 miliar untuk 16 sekolah, Kabupaten Nganjuk sebesar Rp13,3 miliar bagi 14 sekolah, serta Kabupaten Blitar memperoleh Rp19,5 miliar untuk 21 lembaga pendidikan.
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengatakan program ini merupakan bagian dari komitmen pemerintah daerah untuk menjaga sekaligus meningkatkan kualitas pendidikan menengah dan vokasi di Jawa Timur.
“Ini merupakan langkah untuk memastikan pendidikan tetap relevan dengan perkembangan zaman, kebutuhan dunia kerja, serta tantangan masa depan,” ujar Khofifah dalam keterangannya di Jombang, Kamis.
Menurutnya, pembaruan fasilitas sekolah tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menciptakan lingkungan belajar yang lebih aman, nyaman, dan kondusif bagi siswa maupun tenaga pendidik.
Dengan dukungan sarana dan prasarana yang memadai, suasana belajar diharapkan semakin optimal sehingga mampu mendorong peningkatan prestasi siswa.
Khofifah menegaskan bahwa peresmian program rehabilitasi dan revitalisasi tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan penegasan komitmen pemerintah untuk menempatkan pendidikan sebagai prioritas utama dalam pembangunan sumber daya manusia.
“Pendidikan adalah investasi jangka panjang. Hasilnya mungkin tidak langsung terlihat hari ini, tetapi akan dirasakan oleh generasi mendatang,” katanya.
Ia menambahkan bahwa pembangunan fasilitas sekolah merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang lebih kuat. Tidak hanya fokus pada infrastruktur, tetapi juga pada kualitas pembelajaran serta kesiapan generasi muda menghadapi dinamika masa depan.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai menyebut revitalisasi tersebut merupakan langkah pemerintah untuk memperluas pemerataan akses pendidikan yang layak di berbagai daerah.
Selain memperbaiki bangunan, sejumlah sekolah juga mendapatkan tambahan fasilitas baru guna mendukung proses pembelajaran yang lebih modern dan sesuai kebutuhan saat ini.
Aries juga mengingatkan seluruh warga sekolah untuk menjaga dan merawat fasilitas yang telah diperbaiki agar dapat dimanfaatkan secara optimal dalam jangka panjang.
“Fasilitas ini harus dijaga bersama, sehingga benar-benar mendukung kegiatan belajar mengajar bagi guru maupun siswa,” ujarnya.(jom)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih