MAKI Jatim Gelar Buka Puasa dan Santunan 500 Anak Yatim, Perkuat Spirit Sosial dan Antikorupsi

MERAHPUTIH I SIDOARJO - Momentum Ramadan 1447 Hijriah dimanfaatkan oleh Masyarakat Anti Korupsi Indonesia (MAKI) Koordinator Wilayah Jawa Timur untuk menebar kepedulian sosial. Melalui kegiatan buka puasa bersama dan santunan anak yatim, MAKI Jatim menggelar acara penuh kebersamaan di Sekretariat MAKI Jatim, Perumahan Permata Juanda, Dukuh, Desa Sedati Gede, Kecamatan Sedati, Kabupaten Sidoarjo, Jumat (13/3).

Kegiatan tersebut menjadi agenda sosial tahunan yang tidak sekadar seremonial, melainkan juga bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat yang membutuhkan. Acara ini digagas oleh seluruh jajaran pengurus MAKI Jatim dengan dukungan berbagai pihak, termasuk Pemerintah Provinsi Jawa Timur serta sejumlah mitra.

Dukungan itu datang dari Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, Sekretaris Daerah Provinsi Jawa Timur Adhy Karyono, organisasi perangkat daerah (OPD) di lingkungan Pemprov Jatim, serta perusahaan rokok HM Sampoerna.

Ketua MAKI Korwil Jatim, Heru Satriyo, dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur sekaligus apresiasi kepada seluruh pihak yang telah membantu terselenggaranya kegiatan tersebut.

Menurutnya, dukungan dari pemerintah daerah, tokoh agama, tokoh masyarakat hingga awak media sangat berarti bagi MAKI Jatim dalam menjalankan berbagai program sosial sekaligus memperkuat gerakan antikorupsi di daerah.

“Kami menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Wakil Gubernur Emil Elestianto Dardak, serta semua pihak yang selama ini memberikan dukungan kepada MAKI Jatim. Sinergi ini sangat penting dalam upaya bersama mengawal transparansi dan mengungkap berbagai kasus korupsi di Jawa Timur,” ujar Heru.

Suasana religius langsung terasa sejak awal kegiatan. Acara dibuka dengan lantunan sholawat yang menggema di lokasi kegiatan, menghadirkan nuansa khidmat sekaligus menenangkan bagi para tamu undangan. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an, tahlil bersama, serta tausiyah yang mengingatkan pentingnya memperbanyak amal dan kepedulian selama bulan Ramadan.

Salah satu momen paling mengharukan dalam kegiatan tersebut adalah penyerahan santunan kepada sekitar 500 anak yatim. Mereka berasal dari berbagai wilayah di sekitar Sidoarjo dan Surabaya, di antaranya Kepuhkiriman, Tambakrejo, Betro, Waru, hingga sejumlah kawasan di Kota Surabaya.

Ratusan anak yatim itu tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian acara. Bagi mereka, kegiatan ini bukan hanya menjadi kesempatan menerima santunan, tetapi juga merasakan kebersamaan dan perhatian dari berbagai pihak di bulan suci Ramadan.

Selain anak-anak yatim, MAKI Jatim juga mengundang puluhan pengemudi ojek online (ojol) perempuan. Para pekerja sektor informal tersebut turut menerima santunan sebagai bentuk penghargaan atas perjuangan mereka dalam memenuhi kebutuhan keluarga.

Heru menegaskan bahwa kegiatan sosial seperti ini merupakan bagian dari komitmen MAKI Jatim untuk terus hadir di tengah masyarakat. Menurutnya, semangat berbagi harus berjalan seiring dengan upaya membangun kesadaran publik untuk melawan praktik korupsi.

Ia menilai, gerakan antikorupsi tidak hanya berbicara soal penegakan hukum, tetapi juga berkaitan erat dengan nilai-nilai kemanusiaan, keadilan, serta kepedulian terhadap sesama.

“Melalui kegiatan ini kami ingin menunjukkan bahwa perjuangan melawan korupsi tidak bisa dipisahkan dari kepedulian sosial. Ketika masyarakat saling peduli dan memiliki rasa keadilan yang kuat, maka semangat untuk menolak korupsi juga akan semakin tumbuh,” tegasnya.

Acara buka puasa bersama tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Para tamu undangan, pengurus MAKI Jatim, anak-anak yatim, hingga para pengemudi ojol perempuan duduk bersama menikmati hidangan berbuka puasa.

Kegiatan ini sekaligus menjadi simbol bahwa gerakan sosial dan semangat pemberantasan korupsi dapat berjalan beriringan. Melalui kebersamaan di bulan Ramadan, MAKI Jatim berharap nilai-nilai kejujuran, kepedulian, dan keadilan dapat terus tumbuh di tengah masyarakat Jawa Timur. (pps)

Editor : Redaksi