Rakorda Bangga Kencana Jatim 2026, Perkuat Fondasi Menuju Indonesia Emas 2045

MERAHPUTIH I SURABAYA – Pemerintah terus memperkuat pembangunan keluarga sebagai fondasi utama mencetak sumber daya manusia unggul. Hal itu ditegaskan dalam Rapat Koordinasi Daerah (Rakorda) Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan, dan Keluarga Berencana (Bangga Kencana) Provinsi Jawa Timur Tahun 2026 yang digelar selama dua hari, 8–9 April 2026.

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala Perwakilan BKKBN Jawa Timur, Sukamto, menyebut Rakorda ini menjadi forum strategis dalam menyelaraskan arah kebijakan pembangunan kependudukan dari pusat hingga daerah. Menurutnya, program Bangga Kencana memiliki peran vital dalam mendukung terwujudnya visi Indonesia Emas 2045.

“Pembangunan keluarga adalah pilar strategis untuk menciptakan SDM unggul, sehat, produktif, dan berdaya saing. Keluarga menjadi unit terkecil yang menentukan kualitas manusia Indonesia sejak awal kehidupan,” ujarnya.

Ia menambahkan, Rakorda ini tidak hanya menjadi ajang koordinasi, tetapi juga momentum evaluasi capaian program tahun sebelumnya serta merumuskan langkah tindak lanjut yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Dalam laporannya, Sukamto mengungkapkan sejumlah capaian penting Jawa Timur. Tingkat kelahiran total (Total Fertility Rate/TFR) telah mencapai 1,96 atau di bawah angka replacement level nasional 2,1. Sementara itu, prevalensi stunting berdasarkan SSGI 2025 tercatat sebesar 14,7 persen.

“Capaian ini merupakan hasil kerja bersama seluruh elemen, mulai dari pemerintah pusat, provinsi, hingga kabupaten/kota,” katanya.

Selain itu, sebanyak tujuh daerah di Jawa Timur telah menyusun peta jalan pembangunan kependudukan, di antaranya Kota Surabaya, Kota Kediri, Kabupaten Sidoarjo, Lumajang, Pasuruan, Ponorogo, dan Bondowoso.

Dalam mendukung program prioritas nasional, BKKBN juga berkolaborasi dengan Badan Gizi Nasional melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk kelompok 3B, yakni ibu hamil, ibu menyusui, dan balita non-PAUD. Hingga kini, dari 1.645 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di Jawa Timur, sebanyak 64,32 persen telah mendistribusikan bantuan.

Distribusi tersebut menjangkau 65,97 persen ibu hamil dari total target, 190.645 ibu menyusui, serta 46,45 persen balita. Upaya ini didukung oleh 93.729 Tim Pendamping Keluarga yang tersebar di seluruh wilayah.

Sementara itu, Asisten I Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Timur, Imam Hidayat, yang mewakili Gubernur Jawa Timur, menegaskan bahwa Rakorda ini memiliki makna strategis dalam mendukung agenda pembangunan nasional.

“Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam akselerasi pencapaian target pembangunan menuju Indonesia Emas 2045, khususnya dalam penguatan kualitas keluarga dan pengurangan kesenjangan sosial,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi berbagai capaian Jawa Timur yang dinilai melampaui rata-rata nasional, seperti peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) dan penurunan angka kemiskinan yang mencapai lebih dari 740 ribu jiwa.

Namun demikian, Imam mengingatkan tantangan ke depan tidak ringan, terutama terkait dinamika demografi. Ia menyoroti tren penurunan angka kelahiran yang perlu diantisipasi agar tidak berdampak pada ketersediaan sumber daya manusia di masa mendatang.

“Negara-negara maju seperti Jepang, Singapura, dan Tiongkok sudah mengalami krisis penduduk akibat rendahnya angka kelahiran. Ini harus menjadi pelajaran bagi kita,” katanya.

Menurutnya, pembangunan keluarga tidak hanya berfokus pada kuantitas, tetapi juga kualitas. Ia menekankan pentingnya tiga pilar utama, yakni kualitas keluarga, gizi, dan pendidikan, dalam menciptakan generasi masa depan yang unggul.

Selain itu, pemerintah daerah juga didorong untuk memperkuat regulasi serta meningkatkan inovasi program. Kolaborasi lintas sektor, termasuk dengan swasta dan organisasi masyarakat, dinilai menjadi kunci dalam menghadapi keterbatasan anggaran.

“Di tengah efisiensi, kita tidak boleh mundur. Justru harus mencari terobosan, termasuk alternative financing dan kemitraan strategis,” tegasnya.

Rakorda Bangga Kencana 2026 mengusung tema “Transformasi Kependudukan/BKKBN Mendukung Program Prioritas Presiden Menuju Indonesia Emas 2045”. Forum ini diharapkan mampu melahirkan kebijakan dan inovasi baru dalam pembangunan keluarga serta kependudukan di Jawa Timur.(pps) 

Editor : Redaksi