Pemberangkatan Haji 2026 Dimulai, Jemaah Kloter Awal Tiba di Asrama Haji Surabaya 21 April
MERAHPUTIH I SURABAYA —
SURABAYA – Rangkaian pemberangkatan ibadah haji tahun 1447 Hijriah/2026 Masehi di Jawa Timur mulai bergulir. Ratusan jemaah calon haji (JCH) dari kloter awal dijadwalkan memasuki Asrama Haji Embarkasi Surabaya pada 21 April 2026, sebelum diberangkatkan menuju Tanah Suci keesokan harinya.
Kepastian jadwal ini disampaikan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Jawa Timur, Mohammad As'adul Anam, menyusul adanya penyesuaian jadwal penerbangan serta komposisi jemaah dari berbagai kabupaten/kota.
“Sehubungan dengan adanya perubahan jadwal pesawat serta perubahan komposisi jumlah jemaah haji kabupaten/kota, kami sampaikan revisi jadwal kloter Embarkasi Surabaya tahun 1447 H/2026 M,” ujarnya, Jumat (10/4/2026).
Berdasarkan jadwal terbaru, sebanyak 752 JCH dari dua kelompok terbang (kloter) pertama akan tiba di asrama haji pada Selasa, 21 April 2026.
Kloter 1 dijadwalkan masuk pada pukul 09.30 WIB dengan jumlah 376 jemaah yang seluruhnya berasal dari Kabupaten Probolinggo. Sementara kloter 2 akan tiba pada pukul 13.55 WIB dengan komposisi 374 jemaah dari Probolinggo, serta masing-masing satu jemaah dari Kota Malang dan Kota Surabaya.
Setelah menjalani proses administrasi dan pemeriksaan kesehatan di asrama haji, kedua kloter tersebut dijadwalkan bertolak ke Tanah Suci pada Rabu, 22 April 2026. Waktu keberangkatan akan menyesuaikan dengan kesiapan masing-masing kloter serta jadwal penerbangan yang telah ditetapkan.
Embarkasi Surabaya tahun ini akan memberangkatkan total 116 kloter JCH. Pemberangkatan dilakukan secara bertahap hingga pertengahan Mei 2026.
Kloter terakhir dijadwalkan masuk ke asrama haji pada 20 Mei 2026, dan akan diberangkatkan ke Tanah Suci pada 21 Mei 2026. Proses ini menjadi bagian dari skema nasional pemberangkatan haji yang dilakukan secara bergelombang untuk menjaga kelancaran operasional.
Tidak hanya melayani jemaah asal Jawa Timur, Embarkasi Surabaya juga menjadi titik keberangkatan bagi jemaah dari wilayah Indonesia timur, termasuk Nusa Tenggara Timur dan Bali.
Pelaksanaan ibadah haji tahun ini tetap berjalan meski situasi geopolitik di kawasan Timur Tengah masih memanas. Pemerintah memastikan bahwa seluruh tahapan pemberangkatan tetap mengedepankan aspek keamanan, kenyamanan, serta koordinasi intensif dengan pihak terkait.
Kementerian Agama bersama instansi terkait di daerah juga terus mematangkan persiapan, mulai dari kesiapan asrama haji, layanan kesehatan, hingga pendampingan jemaah selama proses keberangkatan.
Dengan dimulainya kedatangan kloter awal pada 21 April, Jawa Timur resmi membuka rangkaian operasional haji 2026, yang diharapkan berjalan lancar hingga seluruh jemaah tiba dengan selamat di Tanah Suci.(sub)
Editor : Redaksi
Harian Merah Putih