UEFA Selidiki Kasus Dugaan Rasial Terhadap Pierre Weebo

Wasit Ovidiu Hategan berbicara dengan pemain Istanbul Basaksehir Demba Ba saat pertandingan dihentikan menyusul adanya dugaan hinaan rasis saat tim melawan Paris St. Germain pada laga Liga Champions Grup H di Parc des Princess, Paris, Prancis, Selasa (8/1
Wasit Ovidiu Hategan berbicara dengan pemain Istanbul Basaksehir Demba Ba saat pertandingan dihentikan menyusul adanya dugaan hinaan rasis saat tim melawan Paris St. Germain pada laga Liga Champions Grup H di Parc des Princess, Paris, Prancis, Selasa (8/1

MERAHPUTIH|TURKI-Dugaan rasial di pertandingan Liga Champions antara Paris Saint-Germain dan Istanbul Basaksehir langsung diusut Badan sepak bola Eropa (UEFA). Asisten pelatih Basaksehir Pierre Webo, diduga menjadi korban rasial official keempat di laga itu.


UEFA pada Rabu menyatakan mereka telah menunjuk seorang Inspektur Etika dan Disiplin untuk "melakukan penyelidikan disipliner terkait insiden tersebut, demikian seperti dilansir ANTARA.

Penyelidikan disipliner dapat berujung sebuah sanksi dan ofisial pertandingan dilindungi oleh peraturan disiplin UEFA yang biasanya digunakan untuk menghukum klub dan pemain.

 

Insiden itu dipicu ketika asisten pelatih Basaksehir, Pierre Webo, mendapat kartu merah karena memprotes keputusan wasit dan klub Turki tersebut kemudian menuduh bahwa wasit keempat Sebastian Coltescu menggunakan istilah rasial terhadapnya

Para pemain dari kedua tim meninggalkan lapangan setelah sekitar 10 menit berdiskusi dengan wasit asal Rumania Ovidiu Hategan. Permainan akan dilanjutkan kembali pada Kamis dini hari pukul 00.55 WIB.

Sebuah rekaman TV menunjukkan wasit keempat Coltescu berkata dalam bahasa Rumania: 'Negro di sana. Pergi dan periksa siapa ia. Yang negro di sana, tidak mungkin bertindak seperti itu,' setelah Webo dengan keras memprotes keputusan wasit.

"Federasi Sepak Bola Rumania secara tegas memisahkan diri dari setiap tindakan atau pernyataan yang bersifat rasial atau xenofobia," kata federasi tersebut (FRF) dalam sebuah pernyataan resmi.

FRF saat ini sedang menunggu laporan UEFA "untuk mengetahui dengan tepat apa yang terjadi sebelum menentukan langkah lebih lanjut. "

"Rasialisme, dan diskriminasi dalam segala bentuknya, tidak memiliki tempat dalam sepak bola," lanjut FRF kepada Reuters. (red)

Editor : Eko Yudiono