100 Penyandang Disabilitas Divaksinasi Covid-19


Salah satu penyandang disabilitas divaksin Covid-19 bertempat di Pemprov Jatim, Kamis (10/6/2021)

MERAHPUTIH I SURABAYA - Pemerintah terus menggenjot vaksinasi virus corona (covid-19). Saat ini vaksinasi covid-19 sudah menyasar target masyarakat penyandang disabilitas, seperti yang dilakukan oleh Pemprov Jatim Kamis pagi (10/6) telah memvaksin 100 orang penyandang disabilitas dari Surabaya dan Sidoarjo.

Ada 5 ragam disabilitas yakni sensorik, motorik, intelektual, mental dan ganda, Mereka dianggap memiliki kerentanan yang tinggi untuk tertular covid-19 dan menjadi parah. Program vaksinasi covid-19 bagi penyandang disabilitas dilakukan secara gratis, hal itu sebagai wujud keadilan dalam akses terhadap vaksin covid-19.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, sasaran vaksinasi covid untuk penyandang disabilitas di indonesia sebanyak 562.242 orang.

Ketua Yayasan Bersama Indonesia Sehat (Bersih), Teguh Prihandoko menyampaikan terima kasih kepada Gubernur Jawa Timur yang telah memfasilitasi pemberian vaksin kepada para disabilitas.

“Penyandang disabilitas merupakan salah satu kelompok yang rentan terkena dampak Covid-19,” kata Teguh.

Dia berharap kegiatan ini akan menjadi contoh bagi pemerintah kabupaten atau kota di Jawa Timur untuk juga memberikan vaksin kepada warga kota/kabupaten penyandang disabilitas.

“Hari ini kita mendapatkan jatah untuk 100 orang dulu, ya kita terima, nanti kalau dikasih lebih, akan kami atur lagi,” kata Teguh yang untuk vaksinasi hari ini dibantu 10 orang relawan.

Vaksinasi yang diberikan kepada penyandang disabilitas didampingi yayasan Bersama Indonesia Sehat (Bersih) mendapat apresiasi dari peserta vaksin.

David Hendrawan, warga Kebraon Surabaya, salah seorang penyandang disabilitas menceritakan pengalamanya setelah mengikutiu vaksinasi covid -19. Dia mengaku ada sedikit persiapan sebelum disuntik vaksin.

“Saya tidak takut di vaksinasi. Semalam saya memang tidur lebih awal,” ucap David Hendrawan.

Sementara itu, Ina Rustiana, orang tua dari penyandang disabilitas penerima vaksinasi sedikit menyayangkan pelaksannan vaksin yang dilakukan di Gedung Binaloka Pemprov Jatim itu . Menurutnya tidak adanya prioritas bagi penyandang disabilitas. Mereka tetap harus antri lama karena berbarengan vaksin dengan masyarakat umum.

“Sayangnya proses vasksiasi saat ini tidak ada prioritas bagi penyandang difabel atau berkebutuhan khusus ini yang membuat kami mengantre cukup lama,” kata Ina Rustiana.

Sebelumnya prioritas vaksinasi diberikan kepada tenaga kesehatan, pekerja pelayanan public, dan masyarakat lanjut usia. (red)