Gubernur Khofifah Apresiasi Vaksinasi di Universitas Hang Tuah


Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa dan Rektor UHT, Supartono meninjau pelaksanaan vaksinasi bagi mahasiswa di Kampus Universitas Hang Tuah. foto : prasetyo

MERAHPUTIH I SURABAYA - Universitas Hang Tuah (UHT) Surabaya bekerjasama dengan Dinas kesehatan Provinsi Jawa Timur, Dinas kesehatan Pemerintah Kota Surabaya, Dinas kesehatan TNI Angkatan Laut serta melibatkan beberapa komponen tenaga kependidikan dan mahasiswa UHT melakukan pelayanan massal. Sebanyak 5000 dosis vaksin Sinovac disiapkan bagi civitas academika dan masyarakat sekitar kampus untuk Vaksinasi dosis pertama dan dosis kedua.

Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih kepada UHT yang telah memberikan dedikasi dan pengabdian untuk mendorong terwujudnya herd immunity, serta meningkatkan derajat kesehatan masyarakat dan menguatkan Tri Dharma Perguruan Tinggi.

"Kita bisa melihat lebih banyak masyarakat disekitar kampus yang diberikan layanan disini. Artinya, kebersatuan keberseiringan antara harapan kita untuk bisa mewujudkan herd immunity, dengan peran serta saya sering sebut Phentahelix approach," ujar Khofifah seusai meninjau pelaksanaan vaksinasi, Kamis (16/9/2021).

Ditegaskan Khofifah, phentahelix approach tersebut antara lain melibatkan Pemerintah, Perguruan Tinggi, media, privat sector dan masyarakat. Gubernur Khofifah memberikan apresiasi dan terima kasihnya kepada keluarga besar UHT yang turut andil mempercepat proses vaksinasi.

"Bahkan sebagian vaksinasi ini diikuti oleh masyarakat di luar kampus UHT. Mereka berseiring, mereka bersinergi, dan merek menjadi satu kesatuan untuk bisa melakukan percepatan vaksinasi ini," imbuhnya.

Sesuai dengan rilis dari Satgas Covi-19 pusat, per tanggal 15 September 2021, sebanyak 37 Kabupaten Kota di Jatim telah berstatus zona kuning atau beresiko rendah. Hanya ada satu yang berstatus zona orange atau beresiko sedang, adalah Kota Blitar.

"Sehingga secara prosesntatif, 97,37 persen daerah di Jawa Timur sudah masuk zona kuning, resiko rendah. Alhamdulillah," tambahnya.

Menurut Khofifah, keberhasilan ini merupakan kerja keras, sinergi, dan kolaborasi dari semua pihak. Dimana semua pihak telah memberikan yang terbaik untuk meningkatkan drajat kesehatan masyarakat, dengan berusaha melandaikan dan mengendalikan Covid-19 di Jatim.

"Kemudian dari assasmen Kemenkes, terhitung tanggal 12 September, rilis tanggal 13 September, bahwa di Jawa Timur ini, 6 Kabupaten sudah masuk Level 1, 19 Kabupaten masuk Level 2, dan 13 Kabupaten masuk Level 3," terangnya.

Khofifah menegaskan, seluruh daerah di Jawa dan Bali, Level 1 tertinggi ada di Jatim. Menurutnya, hasil positif ini merupakan kerja keras serta sinergi dan gotong royong bersama seluruh elemen masyarakat.

Sementara itu, Rektor Universitas Hang Tuah, Supartono mengucapkan terima kasih atas bantuan vaksin dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur.
Dalam sambutanya, Supartono berharap pemulihkan negeri dari pandemi Cobvid-19 akan dapat segera di atasi.

"Marilah kita bersama sama ikut mensukseskan program dari pemerintah Republik Indobnesia, dengan melakukan Vaksinasi Covid-19 secara tuntas, nyata dan benar, agar tujuan utama vaksinasi adalah untuk melindungi diri dan memulihkan negeri dari segala Virus, akan dapat segera di atasi," ucap Supartono. (dpr)