Rumah Duka Grand Heaven Melayani Semua Agama

Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan kenang kenangan kepada pemilik Grand Heaven, Suwito Muliadi usai kunjunganya, Rabu (20/7)
Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa memberikan kenang kenangan kepada pemilik Grand Heaven, Suwito Muliadi usai kunjunganya, Rabu (20/7)

MERAHPUTIH I SIDOARJO - Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa mengunjungi tempat persemayaman jenasah/ rumah suka Grand Heaven, Sidoarjo. 

Turut mendampingi Gubernur Khofifah pada kunjungan tersebut, Kepala Biro Kesejahteraan Rakyat Setda Prov Jatim Gatot Soebroto, Kepala Dinas Perhubungan Prov Jatim Nyono, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Satu Pintu Prov Jatim Aris Mukiyono dan perwakilan dari Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Prov Jatim dan perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Prov Jatim. 

Usai mrninjau ruangan dan pelayanan, Gubernur Khofifah pun me apresiasi fasilitas dan pelayanan yang disuguhkan Grand Heaven. 

" Saya merasakan Grand Heaven ini menyiapkan dengan sangat baik, pemenuhan layanan kebutuhan masyarakat dengan disiapkan tempat yang cukup komprehensif memberikan layanan bagi keluarga yang sedang berduka ditinggal oleh anggota keluarga tercinta. Pasti semua ingin memberikan pelayanan terbaik, penghormatan terbaik," ucap Gubernur Khofifah, Rabu (20/7).

Rumah duka yang berlokasi di Raya Taman, Bungurasih, Ketegan, Kec. Taman, Kabupaten Sidoarjo itu memiliki fasilitas untuk dekorasi ruangan duka sesuai dengan agama, tradisi, maupun kepercayaan dari masing-masing keluarga duka.

Mushola yang terletak di lantai 3 gedung rumah duka ini memiliki ruangan dengan kapasitas yang cukup luas bagi setiap umat Muslim yang ingin menunaikan Ibadahnya. Mushola itu memiliki nama Al-Jannah yang memiliki arti Surga.

"Lebih menarik lagi adalah untuk semua agama, sehingga bagi yang beragama Islam disiapkan mushola yang cukup luas untuk melakukan sholat jenasah, " tegas Khofifah. 

Semantara itu, pemilik Grand Heaven, Suwito Muliadi mengatakan rumah duka berfasilitas mewah ini bukan tanpa alasan. Menurutunya, suasana rumah duka yang seram justru menambah kesedihan bagi keluarga yang ditinggalkan.

Oleh karena itu, Ia ingin membangun tempat yang memberikan rasa aman dan nyaman bagi keluarga serta rekan yang ditinggal orang terkasih. Sehingga diharapkan dapat mengurangi kesedihan mereka.

"Saya akan tingkatkan service agar pihak keluarga yang ditinggalkan itu lebih aman dan nyaman merasa sedih gitu," kata Suwito.

Suwito menambahkan Grand Heaven juga tidak memandang suku dan agama apapun. Ia mengatakan pihaknya akan melayani dan merawat jenazah dari segala agama dan suku.

"Kita melayani semua agama, kita tidak membedakan suku dan agama. Siapa pun yang mau menggunakan jasa kami, kami siap," katanya. (red) 

 

 

 

Editor : prass prasetyo