Pekerja Migran Indonesia Mudik ke Jatim Meningkat 60 Persen

harianmerahputih.id
Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo

MERAHPUTIH I SURABAYA - Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi (Disnakertrans) Jatim mencatat kenaikan 60 persen Pekerja Migran Indonesia (PMI) yang mudik ke kampung halaman pada Idul Fitri 2023.

Kepala Disnakertrans Jatim Himawan Estu Bagijo menerangkan, mulai Januari sampai Maret ada peningkatan kepulangan luar biasa, dan rerata pada 16 sampai 17 April sehari 750-800 orang. Hingga H-2 Idul Fitri 2023 telah tercatat ada sekitar 5,700 PMI yang mudik.

Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat

“Sampai saat ini, diantara mereka didominasi PMI yang cuti karena tidak dibutuhkan soal Covid seperti PCR sehingga mereka gunakan untuk pulang setelah tiga tahun tidak pulang, terbanyak dari Hongkong dan asalnya Ponorogo,” kata Himawan seusai lomba memasak bandeng di gedung Negara Grahadi. Kamis dini hari. (20/4/2023).

Himawan menambahkan, Pemprov Jatim juga memfasilitasi PMI yang mudik tahun ini dengan menyediakan angkutan gratis ke ke kampung halaman. Namun mayoritas dari mereka lebih memilih menggunakan kendaraan pribadi.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

“Gak ada hambatan pulang kampung, bahkan kami sediakan mudik gratis tapi mereka sudah dijemput keluarga langsung. Mayoritas bahagia,” terangnya.

Disnakertrans Jatim, terang Himawan juga menyiapkan pengingat bagi PMI agar mereka tak lupa kembali ke negara pemberi kerja. Karena jangan sampai saat mudik melupakan kontrak kerja yang sedang dijalankannya.

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

“Tapi mereka kami beri tahu agar tidak terlambat kembali karena mereka cuti, supaya mereka tidak kehilangan kesempatan bekerja. Kalau terlambat mereka dipenalti gak bisa kerja lagi. Kita hanya mendata apakah mereka kembali itu sesuai data yang ditulis saat kedatangan pertama. Kita punya panic button melalui aplikasi untuk mengingatkan mereka untuk kembali,” tegasnya. (red) 

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru