Pj. Gubernur Jatim Dampingi Menko Marves Resmikan Bandara Dhoho Kediri dan Ground Breaking Akses Tol

harianmerahputih.id
Pj Gubernur Jatim Adhy Karyono mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan serta Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi dan Presdir PT. Gudang Garam Susilo meresmikan Bandara Dhoho Kediri

MERAHPUTIH I KEDIRI - Penjabat (Pj) Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, turut mendampingi Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Panjaitan, serta Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, dalam acara peresmian Bandara Dhoho Kediri sekaligus peletakan batu pertama akses jalan tol di Kediri, Jumat (18/10). Acara ini juga dihadiri oleh Presiden Direktur PT. Gudang Garam, Susilo.

Peresmian Bandara Dhoho Kediri ditandai dengan penekanan tombol oleh Menko Marves, Luhut Binsar Panjaitan, yang sekaligus menandatangani prasasti sebagai simbolisasi dibukanya operasional bandara secara resmi. Bandara ini nantinya diharapkan menjadi pusat konektivitas udara baru di kawasan selatan Jawa Timur.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Dalam sambutannya, Pj. Gubernur Adhy Karyono mengungkapkan bahwa Bandara Dhoho Kediri akan dioptimalkan untuk melayani penerbangan ibadah haji dan umroh, langsung dari Kediri menuju Jeddah, Arab Saudi. Menurutnya, prospek bandara ini sangat cerah karena lokasinya yang strategis, mampu menjangkau calon penumpang dari wilayah sekitar seperti Tulungagung, Blitar, hingga Pacitan.

“Bandara ini sudah masuk kategori internasional, dan pesawat Boeing pun bisa mendarat di sini. Kami akan segera mengkoordinir berbagai travel ibadah haji dan umroh untuk melakukan penerbangan langsung dari Kediri,” ujar Adhy.

Ia menambahkan bahwa pemanfaatan bandara tidak hanya terbatas pada penerbangan domestik, tetapi juga internasional. Langkah ini akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat sekitar Kediri, sekaligus memperkuat konektivitas wilayah.

Sejalan dengan itu, Menko Marves Luhut Binsar Panjaitan menyatakan bahwa kehadiran Bandara Dhoho Kediri adalah bukti nyata kolaborasi antara pemerintah dan sektor swasta dalam meningkatkan infrastruktur nasional. Bandara ini juga menjadi proyek percontohan pertama di Indonesia yang dibangun dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU).

Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik

"Bandara Dhoho akan mengubah peta penerbangan di wilayah selatan Jawa, yang selama ini belum memiliki akses udara yang memadai," kata Luhut. Selain itu, pembangunan akses jalan tol ke bandara akan mempercepat waktu perjalanan ke Kediri, mengurangi ketergantungan masyarakat pada Bandara Internasional Juanda.

Menteri Perhubungan, Budi Karya Sumadi, turut menyoroti potensi besar Bandara Dhoho dalam melayani ibadah haji dan umroh. Ia juga berencana berkoordinasi dengan Kementerian Agama untuk membangun Asrama Haji di Kediri, sehingga mempermudah jamaah dari tujuh kabupaten di sekitar Jawa Timur.

“Ini adalah langkah awal untuk mewujudkan pemerataan ekonomi di Jawa Timur, dengan adanya bandara baru di selatan,” ujar Menhub Budi Karya.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

Bandara Dhoho Kediri, yang sudah beroperasi sejak April 2024, saat ini melayani dua rute penerbangan, yaitu Kediri-Jakarta dan Kediri-Balikpapan, dengan maskapai Citilink dan Super Jet. Bandara ini memiliki kapasitas terminal hingga 1,5 juta penumpang per tahun dengan landasan pacu sepanjang 3.300 meter, cukup untuk menampung pesawat besar seperti Boeing 777-300 ER.

Peresmian akses jalan tol yang menghubungkan Bandara Dhoho dengan jalan nasional juga menjadi bagian penting dari acara ini. Diharapkan, dengan tersambungnya tol ini, perjalanan menuju bandara akan semakin cepat dan nyaman, meningkatkan daya tarik Kediri sebagai pusat transportasi udara di Jawa Timur.

Dengan optimisme tinggi, Pj. Gubernur Adhy Karyono menyatakan bahwa Bandara Dhoho Kediri bukan hanya sekedar infrastruktur transportasi, melainkan juga penggerak baru ekonomi bagi Jawa Timur. (red)

Editor : prass prasetyo

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru