MERAHPUTIH I SURABAYA — Sebanyak 590 pendonor darah sukarela dari seluruh penjuru Jawa Timur mendapat apresiasi dari Pj. Gubernur Jawa Timur, Adhy Karyono, atas dedikasi mereka dalam mendonorkan darah melalui Palang Merah Indonesia (PMI) sebanyak 75 kali hingga tahun 2024. Penghargaan berupa piagam dan lencana diserahkan secara langsung kepada sepuluh perwakilan pendonor di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Selasa (29/10).
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Dalam kesempatan tersebut, Adhy menyampaikan bahwa semangat para pendonor darah sukarela ini menjadi bukti nyata kepedulian dan solidaritas antarwarga di Jawa Timur.
"Terima kasih atas pengorbanan dan keikhlasan Anda semua yang telah menyumbangkan darah untuk menyelamatkan banyak nyawa," ujarnya dengan penuh penghargaan.
Adhy juga menegaskan bahwa konsistensi para pendonor membantu memastikan stok darah di Jawa Timur selalu mencukupi, bahkan sering kali melebihi kebutuhan. Hal ini, menurutnya, menjadi cerminan kuatnya komitmen masyarakat Jawa Timur dalam menjaga ketersediaan darah di wilayahnya.
"Ini bukti bahwa masyarakat Jatim punya jiwa gotong royong yang luar biasa dalam mendonorkan darah," tambahnya.
Meski kondisi stok darah di Jawa Timur tergolong stabil, Adhy mengakui bahwa jumlah pendonor sukarela masih perlu ditingkatkan, terutama dari kalangan generasi muda.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
"Kami bersama PMI Jatim akan terus mendorong sosialisasi di kalangan SMA dan SMK untuk memperkenalkan kegiatan ini kepada generasi berikutnya," ungkapnya.
Sementara itu, Ketua PMI Jatim, H. Imam Utomo, menyatakan bahwa Jawa Timur terus menjadi pelopor dalam menjaga stok darah nasional. Dengan target produksi darah dari PMI pusat tahun ini sebesar 744.000 kantong, PMI Jatim berhasil memproduksi lebih dari 1,2 juta kantong darah, melampaui target dengan capaian 2,79ri jumlah penduduk.
"Pendonor darah sukarela terus meningkat di Jatim, mulai dari yang sudah 50 kali, 75 kali, hingga 100 kali mendonorkan darah. Mereka ini benar-benar luar biasa," kata Imam dengan bangga. PMI Jatim juga akan meningkatkan sosialisasi melalui Palang Merah Remaja (PMR) di sekolah-sekolah agar generasi muda bisa melanjutkan tradisi mulia ini.
Dengan dukungan dari berbagai pihak, termasuk pemerintah kabupaten/kota di Jawa Timur, Adhy berharap setiap rumah sakit di daerah bisa memiliki bank darah sendiri demi menjaga kualitas dan ketersediaan darah di setiap kesempatan.
Baca juga: Wagub Emil Tegaskan Peran Strategis PMI dalam Fondasi Kesehatan Jatim
"Kami ingin memastikan bahwa kebutuhan darah selalu terpenuhi demi mengurangi risiko kematian ibu dan bayi, terutama akibat perdarahan," tutupnya. (red)
Editor : prass prasetyo