MERAHPUTIH I SURABAYA – Tepat pada Minggu dini hari (24/11/2024), Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Timur mulai menertibkan alat peraga kampanye (APK) Pemilihan Gubernur (Pilgub) 2024. Penertiban dilakukan serentak di 38 kabupaten/kota di Jawa Timur sebagai tanda dimulainya masa tenang jelang hari pencoblosan pada 27 November 2024.
Baca juga: Pemungutan Suara Ulang di Magetan Berjalan Lancar, Antusiasme Warga Tinggi
Proses penurunan APK di Surabaya dimulai pukul 00.00 WIB, melibatkan KPU, Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), hingga tim pasangan calon (paslon). Berbagai sudut kota, termasuk jalan protokol, menjadi fokus utama aksi tersebut.
Komisioner KPU Jatim, Nur Salam, menjelaskan bahwa masa kampanye resmi berakhir pada 23 November 2024 pukul 23.59 WIB. Seluruh alat peraga kampanye harus segera diturunkan sesuai aturan.
"Kami imbau semua pihak, termasuk tim paslon, untuk menertibkan APK secara mandiri. Ini bagian dari kepatuhan terhadap regulasi Pilkada," ujar Salam.
Masa kampanye Pilkada serentak 2024, termasuk Pilgub Jatim, telah berlangsung sejak 25 September hingga 23 November 2024. Salam menegaskan bahwa masa tenang adalah periode bebas kampanye, baik secara langsung maupun tidak langsung.
Baca juga: Pemungutan Suara Ulang di Magetan: Antusiasme Warga TPS 009 Selotinatah Tak Surut
Menurut Salam, masa tenang bukan berarti paslon atau tim pendukung dilarang beraktivitas. Namun, aktivitas tersebut tidak boleh mengarah pada kampanye.
"Misalnya, paslon ke pasar itu boleh, tapi jika diiringi ajakan atau pengenalan citra diri, itu tidak diperkenankan. Bahkan doa bersama sekalipun, jika disertai kampanye, juga melanggar," jelasnya.
KPU berharap semua pihak, mulai dari paslon, tim kampanye, hingga partai politik pengusul, menghormati masa tenang ini. Penertiban alat peraga kampanye menjadi langkah penting untuk menciptakan suasana kondusif menjelang hari pencoblosan.
Baca juga: KPU Jawa Timur Ganti Seluruh Petugas KPPS untuk PSU di Pilkada Magetan
Dengan ketertiban masa tenang, diharapkan masyarakat bisa menggunakan waktu ini untuk merenungkan pilihan mereka tanpa tekanan atau pengaruh dari aktivitas kampanye. (red)
Editor : prass prasetyo