MERAHPUTIH I KOTA BANDUNG — Penjabat Gubernur Jawa Barat, Bey Machmudin, menegaskan pentingnya pembentukan Satuan Tugas (Satgas) Pangan Jawa Barat sebagai upaya memperkuat koordinasi dan penyelarasan data produksi pangan di wilayahnya. Hal ini diungkapkan Bey Machmudin.
Menurut Bey, salah satu alasan utama pembentukan Satgas Pangan adalah untuk menjawab persoalan perbedaan data yang kerap terjadi antara 27 kabupaten/kota di Jawa Barat. "Saya yakin produksi padi di Jawa Barat sebenarnya bisa mencapai target, namun sering terjadi perbedaan data. Oleh karena itu, Satgas Pangan dibentuk untuk menyelaraskan data tersebut," ujarnya.
Baca juga: Pesta Kuliner Jawa Barat 2025: Nostalgia Rasa dalam Satu Tempat
Langkah pertama yang diambil Satgas Pangan adalah merekonsiliasi data produksi pangan dengan pemerintah kabupaten/kota. Bey berharap upaya ini dapat memberikan informasi yang lebih terperinci dan akurat. "Kami ingin pendataan menjadi lebih detail melalui Satgas Pangan ini. Koordinasi antar dinas juga akan lebih lancar dan cair," katanya.
Bey mengungkapkan rencana untuk menyusun "roadmap" pangan sebagai langkah strategis ke depan. Rapat koordinasi dengan 27 kabupaten/kota dijadwalkan berlangsung awal tahun 2025 untuk membahas arah kebijakan pangan yang lebih terfokus.
Baca juga: Transformasi Energi Indonesia: Presiden Prabowo Resmikan PLTA Jatigede dan 25 Proyek Listrik Serentak
"Selama ini kita terlalu sibuk di produksi, tetapi ke depan kita harus punya panduan yang jelas mengenai kebijakan pangan," ungkap Bey.
Tak hanya berfokus pada produksi dan penyelarasan data, Satgas Pangan juga diharapkan dapat membawa dampak positif bagi kesejahteraan petani di Jawa Barat. Bey memastikan isu ini akan menjadi salah satu agenda utama dalam rapat koordinasi mendatang.
Baca juga: Kertajati Jadi Pusat Keberangkatan Haji dan Umroh 2025, Bey Machmudin Optimistis Pelayanan Makin Prima
"Petani harus mendapatkan perhatian lebih, termasuk soal kesejahteraannya. Itu yang akan kita bahas bersama," tegas Bey.
Dengan hadirnya Satgas Pangan Jabar, diharapkan sinergi antar pemerintah daerah dan dinas terkait semakin solid. Langkah ini diyakini mampu mendorong pencapaian target produksi pangan sekaligus meningkatkan kualitas hidup para petani di Jawa Barat. (red)