MERAHPUTIH I SIDOARJO - Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), angkat bicara terkait wacana pemilihan kepala daerah melalui DPRD. Menurutnya, Partai Demokrat sedang mengkaji lebih dalam isu tersebut untuk menentukan langkah ke depan.
"Saat ini, kami sedang mempelajari wacana itu secara serius. Sebagai Ketua Umum Partai Demokrat, saya bertanggung jawab memastikan bahwa kami memiliki pemahaman yang komprehensif sebelum mengambil sikap," ujar AHY saat ditemui di Terminal Juanda, Jumat (20/12/2024).
AHY mengungkapkan, isu ini akan menjadi salah satu agenda pembahasan di internal partainya. Ia menekankan pentingnya mendengar pandangan dari berbagai pihak, termasuk dari para kader Demokrat di seluruh Indonesia.
"Kami akan menggelar diskusi di jajaran internal Partai Demokrat. Tentu ada pandangan yang beragam, baik yang pro maupun kontra, dari masyarakat, pengamat, dan elemen civil society. Semua pandangan ini penting untuk dihargai," jelas AHY.
AHY juga menekankan pentingnya membuka ruang dialog yang luas untuk membahas isu ini. Menurutnya, wacana semacam ini bukan hanya milik elite politik, tetapi juga milik masyarakat luas.
Baca juga: DPD Demokrat Jatim Salurkan 1.500 Paket Daging Kurban
"Kita harus menghargai setiap masukan dan tidak terburu-buru mengambil keputusan. Pembahasan seperti ini adalah milik seluruh rakyat Indonesia. Oleh karena itu, ruang diskusi harus tetap terbuka," tambahnya.
AHY menyebutkan bahwa setiap kebijakan, termasuk wacana perubahan sistem pemilihan kepala daerah, pasti memiliki kelebihan dan kekurangan. Oleh karena itu, kajian mendalam diperlukan untuk menilai dampak yang mungkin timbul di masa depan.
"Yang jelas, setiap kebijakan memiliki plus-minus. Kita harus memastikan bahwa demokrasi tetap berjalan dengan baik," katanya.
Baca juga: AHY Tekankan Peran Infrastruktur dalam Wujudkan Ketahanan Pangan
AHY berharap, sistem politik Indonesia di masa depan mampu menghadirkan pemimpin yang berkomitmen tinggi dan bekerja demi kemajuan bangsa. Selain itu, ia menyoroti pentingnya mengatasi masalah pragmatisme dan biaya politik yang tinggi.
"Kita semua merasakan tantangan yang sama terkait politik pragmatis dan mahalnya biaya politik. Namun, semangat kita adalah memperbaiki sistem, bukan sekadar mengubah tanpa alasan yang jelas," tandas AHY. (red)
Editor : prass prasetyo