MERAHPUTIH I SURABAYA - Gubernur Jawa Timur terpilih, Khofifah Indar Parawansa, menegaskan kesiapan provinsinya dalam mendukung program swasembada pangan nasional. Jatim kembali mencatatkan diri sebagai penghasil beras terbesar di Indonesia sejak 2020 hingga 2024, membuktikan peran strategisnya dalam ketahanan pangan nasional.
Data terbaru dari Badan Pusat Statistik (BPS) menunjukkan bahwa produksi beras Jawa Timur pada 2024 mencapai 5,4 juta ton, menjadikannya provinsi dengan produksi tertinggi di Indonesia.
Baca juga: Jatim Borong Dua Penghargaan Kesehatan Nasional, Bukti Komitmen Jaga Sanitasi dan Lingkungan Sehat
“Insya Allah, Jatim siap untuk terus mendukung swasembada pangan nasional, terutama untuk beras. Sejauh ini kita surplus dan mampu mencukupi kebutuhan masyarakat,” ujar Khofifah di Surabaya, Sabtu (8/2).
Secara nasional, produksi beras Indonesia tahun ini tercatat sebesar 30,6 juta ton. Selain Jawa Timur, dua provinsi lain yang menjadi pilar produksi beras adalah Jawa Tengah dengan 5,1 juta ton dan Jawa Barat dengan 5 juta ton. Ketiga provinsi ini menyumbang lebih dari 50 persen produksi beras nasional.
Khofifah menekankan bahwa keberhasilan ini tidak terlepas dari kerja keras para petani dan insan pertanian Jatim dalam meningkatkan produktivitas padi.
“Jawa Timur telah menjadi penghasil beras terbesar secara nasional selama lima tahun berturut-turut. Konsistensi ini adalah hasil kolaborasi berbagai pihak dalam meningkatkan produktivitas pertanian,” ungkapnya.
Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya
Peningkatan produksi beras di Jatim didukung oleh berbagai inovasi, termasuk penggunaan teknologi pertanian modern seperti transplanter, traktor canggih, dan combine harvester yang mampu mengurangi kehilangan hasil panen. Selain itu, optimalisasi sistem irigasi serta pengembangan metode pertanian inovatif juga menjadi faktor utama dalam keberhasilan ini.
Ke depan, Jawa Timur siap berkontribusi dalam mewujudkan target swasembada pangan nasional. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman telah menetapkan target panen nasional mencapai 32 juta ton pada 2025, dan Jatim berkomitmen untuk mendukung pencapaian tersebut.
“Luas tanam padi di Jatim diproyeksikan meningkat menjadi 193.419 hektare pada Maret 2025. Kami optimis dapat terus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan pangan nasional dan menjaga stabilitas harga beras,” kata Khofifah.
Baca juga: Imam Utomo Kembali Pimpin PMI Jawa Timur: Aklamasi yang Menegaskan Soliditas dan Kepercayaan Publik
Dalam periode kepemimpinannya yang kedua, Khofifah juga berkomitmen untuk menjalankan program yang memperkuat ketahanan pangan, salah satunya melalui program Jatim Agro. Dengan inisiatif seperti Youth Agrifuture-Hub yang melibatkan generasi muda, serta Jatim Agro-Hub sebagai pusat ketahanan pangan, provinsi ini terus berupaya memastikan pasokan pangan yang stabil dan mencukupi bagi masyarakat Indonesia. (red)
Editor : prass prasetyo