Air Zamzam Dikirim Bertahap ke Embarkasi Surabaya, Total 36.845 Galon untuk Jamaah Haji

harianmerahputih.id
Distribusi Air zam-zam ke Asrama Haji Embarkasi Surabaya (Dok. Humas Embarkasi Surabaya)

MERAHPUTIH I SURABAYA — Pengiriman air zamzam ke Embarkasi Haji Surabaya dilakukan secara bertahap melalui sembilan kali penerbangan dari Bandara King Abdulaziz International, Jeddah, menuju Bandara Internasional Juanda, Sidoarjo. Distribusi logistik suci ini telah dimulai sejak 18 Mei 2025 dan dijadwalkan rampung pada 26 Mei mendatang.

Menurut Pelaksana Harian (Plh) Sekretaris Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Surabaya, Sugiyo, setiap penerbangan membawa ribuan kardus air zamzam yang nantinya akan dibagikan kepada seluruh jamaah haji asal wilayah kerja Embarkasi Surabaya.

Baca juga: Arab Saudi Perluas Layanan Makkah Route, Embarkasi Makassar Jadi Sorotan Baru Jamaah Timur Indonesia

"Pengiriman tahap pertama pada 18 Mei sebanyak 3.000 kardus. Kemudian dilanjutkan berturut-turut pada 21 hingga 24 Mei, masing-masing dua kali penerbangan per hari, pagi dan sore," ujar Sugiyo saat ditemui di Asrama Haji Sukolilo, Selasa, 20 Mei 2025. “Setelah itu masih ada dua gelombang pengiriman pada 25 dan 26 Mei.”

Air zamzam dikemas dalam botol berukuran lima liter per jamaah. Total kebutuhan diperkirakan mencapai 36.845 galon, sesuai jumlah jamaah haji yang akan diberangkatkan dari embarkasi tersebut tahun ini.

Sugiyo menuturkan bahwa pengiriman air zamzam ini menggunakan pesawat Saudi Arabian Airlines yang kembali ke Indonesia usai mengantar jamaah haji ke Tanah Suci. Ia menyebut langkah ini sebagai upaya antisipasi untuk menghindari penumpukan beban bagasi ketika jamaah kembali dari Arab Saudi nanti.

Baca juga: Kementerian Haji dan Umrah Tegaskan Mekanisme Berlapis Istithaah Kesehatan Jamaah

"Jadi zamzam dikirim lebih dulu ke sini, agar saat pulang nanti, jamaah tinggal mengambil saja. Satu orang dapat lima liter," kata Sugiyo. "Ini juga demi alasan keamanan penerbangan. Beban barang bawaan jamaah sudah ada aturannya dan harus dipatuhi.”

Air suci tersebut kini disimpan sementara di Gedung F2 Asrama Haji Sukolilo, hingga jumlah yang terkumpul memenuhi kebutuhan seluruh jamaah. Petugas memastikan bahwa air tersebut dalam kondisi baik dan siap dibagikan menjelang kepulangan jamaah dari Tanah Suci.

Tradisi pemberian air zamzam kepada jamaah haji Indonesia menjadi bagian yang tak terpisahkan dari penyelenggaraan ibadah haji setiap tahunnya. Air yang diyakini membawa keberkahan dan khasiat kesehatan ini biasanya menjadi buah tangan utama dari para tamu Allah bagi keluarga di tanah air.

Baca juga: KPK Periksa 12 Saksi Kasus Dugaan Korupsi Kuota Haji, Arah Penyidikan Kian Mengerucut

PPIH Embarkasi Surabaya memastikan distribusi air zamzam akan dilakukan secara tertib dan sesuai dengan data manifest keberangkatan. "Kami jamin tidak ada jamaah yang terlewat. Semua tercatat dan sudah kami siapkan skemanya," ujar Sugiyo.

Tahun ini, Embarkasi Surabaya kembali menjadi salah satu embarkasi dengan jumlah jamaah terbesar di Indonesia, meliputi wilayah Jawa Timur, sebagian Kalimantan, dan Bali. Pemberangkatan jamaah gelombang pertama dijadwalkan berlangsung mulai 12 Mei 2025, sementara kepulangan dijadwalkan pada akhir Juni hingga Juli mendatang. (RED)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru