Ziarah Bung Karno, Napak Tilas Spirit Kebangsaan di Bulan Sang Proklamator

harianmerahputih.id
Dalam semangat memperingati Bulan Bung Karno, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka hadir dan didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah Rabu (18/6)

MERAHPUTIH I BLITAR — Ziarah ke makam Proklamator Republik Indonesia Ir. Soekarno kembali dilakukan dalam suasana khidmat pada Rabu (18/6), di Kompleks Makam Bung Karno, Kota Blitar, Jawa Timur. Dalam semangat memperingati Bulan Bung Karno, Wakil Presiden RI Gibran Rakabuming Raka hadir dan didampingi oleh Gubernur Jawa Timur Khofifah.

Rangkaian doa dan tahlil dipimpin oleh juru kunci kompleks makam, Mbah Kahfi, di hadapan pusara sang tokoh besar yang menjadi simbol perjuangan kemerdekaan Indonesia. Tampak turut hadir jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Jawa Timur, seperti Pangdam V/Brawijaya, Kapolda Jawa Timur, serta Wali Kota dan Bupati Blitar.

Baca juga: Jatim Mantapkan Diri sebagai Lumbung Ekspor Desa, 73 Desa Devisa Baru Diresmikan di TPS Surabaya

Ziarah ini bukan sekadar kunjungan seremonial. Di baliknya mengalir pesan kebangsaan yang kuat. Sebuah napak tilas untuk meresapi kembali gagasan-gagasan luhur Bung Karno, terutama semangat nasionalisme dan pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman.

“Semangat nasionalisme Bung Karno perlu terus hidup dalam sanubari kita. Itu bukan hanya warisan sejarah, tetapi juga pedoman dalam menjalani kehidupan berbangsa hari ini,” ujar Khofifah usai prosesi ziarah.

Gubernur perempuan pertama di Jawa Timur itu menegaskan bahwa nilai-nilai yang diusung Bung Karno relevan sepanjang zaman. Menurut dia, dalam suasana sosial dan politik yang dinamis, warisan pemikiran Bung Karno menjadi penuntun penting dalam menjaga kohesi nasional.

Baca juga: Jatim Ciptakan Lompatan Ekonomi, TransJatim Jadi Sorotan: Khofifah Raih Dua Penghargaan Sekaligus

“Bung Karno adalah pribadi penuh dedikasi, mencintai rakyatnya, dan terus mendorong kemajuan bangsanya. Teladan beliau semestinya menjadi inspirasi dalam setiap lini kehidupan, baik di bidang pemerintahan, pendidikan, maupun pembangunan sosial,” kata Khofifah.

Bulan Juni dikenal sebagai Bulan Bung Karno, merujuk pada bulan kelahiran (6 Juni 1901) dan wafatnya (21 Juni 1970) Presiden pertama RI tersebut. Peringatan ini telah menjadi momentum tahunan untuk merefleksikan pemikiran dan perjuangan beliau dalam membentuk karakter bangsa.

“Bulan Bung Karno adalah momen kontemplasi—bagaimana kita memahami dan menghidupkan kembali nilai-nilai seperti gotong royong, kedaulatan rakyat, dan cinta tanah air,” ujar Khofifah.

Baca juga: HKTI Deklarasikan Jatim Lumbung Ternak, Inovasi Peternakan Jadi Fokus

Dalam penutup keterangannya, Khofifah mengajak seluruh masyarakat Jawa Timur untuk turut mengirimkan doa kepada almarhum Bung Karno. “Mari kita kirimkan Al-Fatihah untuk Bung Karno, semoga seluruh amal perjuangannya diterima dan segala kekhilafannya diampuni oleh Allah SWT,” ucapnya.

Ziarah ini menjadi salah satu rangkaian kegiatan di Jawa Timur dalam menyemarakkan Bulan Bung Karno. Lebih dari sekadar mengenang, kegiatan ini menjadi ruang untuk menghidupkan kembali spirit keindonesiaan yang diwariskan oleh sang proklamator. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru