Tragedi di Tribun Porprov Jatim: Naufal Pergi Saat Mendukung Teman Bertanding

harianmerahputih.id
FOTO ILUSTRASI

MERAHPUTIH I MALANG – Sorak sorai dan semangat kompetisi di tribun Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur mendadak berubah menjadi duka mendalam. Seorang atlet muda dari Bangkalan, Moh Naufaluddin Hanif, mengembuskan napas terakhirnya usai mengalami kejang hebat saat tengah memberi dukungan untuk rekannya di cabang olahraga Uras, Jumat (27/6/2025).

Tak ada yang menyangka, kehadiran Naufal di tribun penonton sore itu akan menjadi pertemuan terakhirnya dengan dunia olahraga yang dicintainya. Pemuda 20 tahun itu datang bukan untuk bertanding, melainkan sekadar menunjukkan solidaritas kepada sesama atlet. Namun, nasib berkata lain.

Baca juga: Pemkot Surabaya Gelontorkan Rp42,7 Miliar untuk Atlet Berprestasi: Eri Cahyadi Tegaskan Bonus Bukan Sekadar Uang

“Saat itu Naufal tengah menyemangati temannya yang bertanding. Tiba-tiba ia mengalami kejang dan langsung tidak sadarkan diri,” ujar Ketua KONI Bangkalan, Fauzan Ja’far, dengan suara berat saat dikonfirmasi, Sabtu (28/6/2025).

Petugas medis yang berjaga tak membuang waktu. Naufal segera dilarikan ke IGD RSUD Kanjuruhan. Namun, upaya penyelamatan itu tak berhasil. Sekitar pukul 17.15 WIB, dokter menyatakan Naufal telah tiada.

“Padahal sehari sebelumnya, Naufal sehat, latihan seperti biasa. Bahkan dia dijadwalkan bertanding keesokan harinya,” tambah Fauzan, masih tak percaya.

Baca juga: Kembali Juara Porprov Jatim 2025, Surabaya Akui Target Emas Tak Tercapai—Bonus Tetap Mengalir

Kematian Naufal menyisakan banyak tanda tanya. Namun, pihak keluarga memutuskan untuk tidak melakukan autopsi dan memilih membawa jenazah pulang ke kampung halaman.

“Mungkin karena syok dan sedih, keluarga tidak mengizinkan autopsi dilakukan. Jenazah langsung dipulangkan malam itu juga ke Kelurahan Pajagan, Bangkalan,” kata Fauzan.

Baca juga: Bojonegoro Lampaui Target, Torehkan Prestasi Terbaik di Porprov Jatim 2025

Sekitar pukul 21.17 WIB, jenazah Naufal tiba di rumah duka. Isak tangis pecah dari keluarga, tetangga, dan rekan-rekan yang menyambutnya. Malam itu, seorang anak muda berpulang—bukan karena kekalahan di arena, tapi karena ajal yang datang tanpa aba-aba.

Di balik semangat kompetisi dan gegap gempita Porprov, kepergian Naufal menjadi pengingat bahwa olahraga bukan hanya soal medali, tapi juga soal persaudaraan, perjuangan, dan kehilangan yang begitu nyata. (red)

Editor : Redaksi

Politik
Berita Populer
Berita Terbaru